Hari ini Disperindag Karawang Gelar Pasar Murah Minyak Goreng, Ini Alasannya

29


KARAWANG, JabarNet.com– Melonjaknya harga minyak goreng dipasaran diminggu ke 2 tahun 2022 membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) harus turun tangan dengan rencana akan menggelar operasi pasar murah.

Rencana pasar murah akan digelar hari ini tanggal 14-Januari-2022 bertempat dikantor Disperindag Karawang.

Kepala Disperindag Kabupaten Karawang H. Ahmad Suroto mengatakan kegiatan merupakan kerjasama antara Pemkab Karawang dengan Disperindag Provinsi Jabar, Kementrian Perdagangan, dan asosiasi-asosiasi minyak ( Distributor).

” Untuk melakukan operasi pasar murah minyak goreng kemasan 1 Liter dengan harga Rp.14.000 dengan jumlah total 7200 botol yang akan kita lakukan didua tempat, yang pertama dikantor Disperindag, dan kedua di Kecamatan Kutawaluya,” Ungkap H.A Suroto Kepada JabarNet.com, Kamis (13/1/2022).

Kemudian ia menjelaskan untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga murah pengunjung atau pembeli per KTP maksimal bisa membeli 2 botol, bagi warga yang tidak mampu diutamakan.

” Yang paling penting kriteria bisa membeli minyak goreng itu terutama ibu rumahtangga, khususnya warga tidak mampu karena untuk pedagang kita tidak kasih quota,” Ucapnya.

” Berikutnya pasar murah digelar di Kecamatan Kutawaluya, karena di Kecamatan tersebut termasuk kategori Kemiskinan ekstrem,” Ujarnya.

Menurut A.Suroto dengan dilakukannya operasi pasar murah ini kecenderungannya akan menekan harga minyak goreng lebih stabil.

” Sementara ini dilakukanya operasi pasar murah justru akan menekan pada harga, kondisinya kalau geropyokan seperti ini harga akan turun pada posisi yang stabil, tentu akan mengurangi tingkat pembelian dipasar, nanti pembeli akan lari kepasar murah,” Jelasnya.

Dikatakan A.Suroto kegiatan pasar murah ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan sampai harga mendekati normal.

” Harapanya dengan adanya pasar murah ini akan menjadi indikasi bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dalam melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan bahan pokok,” Terangnya.

Dalam keterangannya A.Suroto juga mengatakan, harga minyak goreng mengalami kenaikan dipasaran disebabkan harga CPO nya (bahan minyak goreng) melonjak diluar Negeri.

” Nah ini nantinya kita akan bergabung dengan asosiasi Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Distributor nanti akan menjadi mata rantainya,” Pungkasnya.(Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here