Ratusan Siswa SD Disuruh ‘Panas-panasan’ Sambut Kedatangan Bupati Cellica

Foto ratusan siswa – siswi SD akan menyambut kedatangan Bupati Karawang Cellica Nuracchadiana.

KARAWANG, – Ada-ada saja kebijakan yang dikeluarkan para pejabat Karawang satu ini. Seperti akan menyambut kedatangan presiden, ratusan siswa SD (Sekolah Dasar) harus panas-panasan berjejer di jalanan untuk menyambut kedatangan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana di kegiatan Gebyar Paten di Kecamatan Pakisjaya.

Didampingi beberapa tenaga pengajar, ratusan siswa SD ini diminta berdiri dan berjejer sambil memegang miniatur bendera merah putih untuk menyambut kedatangan Bupati Cellica.

Yang menjadi pertanyaan publik, kenapa harus siswa SD yang disuruh panas-panasan menyambut kedatangan Bupati Cellica?. Kenapa tidak siswa SMA/SMK atau sederajatnya yang disuruh melakukan kegiatan tersebut?. Karena fisik siswa SD lebih rentan kelelahan. Terlebih, kabarnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa SD ini tidak diliburkan.

Para siswa tetap akan pulang ke sekolahnya untuk kembali belajar, setelah selesai menyambut kedatangan Bupati.

Dikonfirmasi terkait persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Dadan Sugardan membantah, bahwa ratusan siswa SD yang disuruh panas-panasan menunggu kedatangan Bupati Cellica ini merupakan intruksi dari dinasnya.

Namun demikian Dadan menjelaskan, jika keberadaan siswa SD tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap Bupati Cellica, serta untuk mengajarkan pembelajaran etika kepada para siswa SD.

“Itu tidak intruksi saya, ini hanya kelaziman saja dalam rangka penghormatan terhadap pimpinan daerah. Itu juga termasuk salah satu etika yang dapat diberikan kepada anak-anak. Tentunya dalam rangka tatakrama dalam sunda. Saya tidak melihat di sana seperti apa, karena saya ada kegiatan lain,” kata Dadan Sugardan, Rabu (18/9/2019).

Disinggung apakah kegiatan belajar siswa SD tersebut diliburkan, Dadan kembali menegaskan, jika kegiatan belajar mengajar berjalan seperti hari biasanya alias tidak ada libur.

“Mereka (siswa SD) tidak diliburkan. Setiap kegiatan yang ada kedatangan pejabat siapapun, Bupati atau Gubernur, seandainya ada yang perlu dihadirkan ya dihadirkan. Itu pun tidak semua, hanya segi pembelajaran dan penghormatan, sehingga beberapa anak dihadirkan, jadi tidak libur,” timpal Dadan Sugardan.

Menurut Dadan, dihadirkannya ratusan siswa SD yang harus panas-panasan di jalanan untuk menyambut kedatangan Bupati Cellica ini tidak semuanya dilakukan dalam setiap kegiatan kunjungan bupati. Karena menurutnya, hal tersebut sifatnya hanya insidental saja.

“Itu sah-sah saja. Iya, itu insidental juga, tidak semuanya kunjungan bupati dihadirkan anak-anak,” tandas Dadan Sugardan(wan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here