DaerahJawa Barat

Ichsan Maulana Sekjen PDPM Karawang Mengajak Pemuda/Mahasiswa Jadi Agen Sosial Satgas Covid-19

Karawang, JabarNet.com-World Health Organization (WHO) menetapkan virus Corona COVID-19 sebagai pandemi setelah dampak penyakit ini terasa pada berbagai sektor kehidupan. Lebih dari 150 negara dan 162.687 kasus yang tercatat pada Senin, 16 Maret 2020 pagi.

Tidak terkecuali Indonesia, sebanyak 117 orang positif corona dari berbagai daerah membuat masyarakat khawatir bahkan cenderung panik dalam menyikapinya. Hal ini terlihat dari maraknya informasi yang dengan mudah di sebarkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sumber yang jelas.

Selain itu kebijakan-kebijakan Pemerintah baik pusat maupun daerah terkait upaya penurunan angka penyebaran virus ini banyak tidak dipahami oleh masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat dengan menghadirkan Pusat Informasi & Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (PIKOBAR) yang menampilkan peta penyebaran virus corona ditanah sunda.

Sekjen Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karawang Ichsan Maulana, S.Kom mengajak para pemuda di Kabupaten Karawang untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi dan informasi yang benar pada masyarakat.

“Pemprov Jabar sudah sigap dalam menghadapi fenomena ini, termasuk dengan memanfaatkan media IT yang mudah di akses masyarakat terutama kalangan milenial, cuma sayangnya banyak yang belum tepat dalam memahami fungsi dari website itu” Senin (16/03/2020).

Lanjut Ichsan, “Saya melihat masyarakat cenderung salah tafsir, sebagai contoh didaerah tempat saya tinggal menurut data di web PIKOBAR terdapat beberapa orang yang berstatus ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan (PDP) Pasien Dalam Pengawasan lengkap dengan data desa dan kelurahan dan itu belum tentu positif, Tapi setelah melihat datanya, malah banyak yang bersikap berlebihan, ada yang gak mau sama sekali ketempat itu walaupun sekedar lewat, ada yang melarang anak dan saudaranya, ada juga yang malah seperti menjauh dengan warga desa yang ada didatanya PIKOBAR”

“Kita harus waspada, juga harus bijak dalam menerima kemudahan informasi tentang corona jangan sampai membuat kita salah sikap, saya hawatir sikap yang tidak tepat malah merusak ukhuwah”. Tuturnya.

Reaksi sosial ini cukup banyak terjadi ditengah masyarakat, maka Ichsan menilai perlu peran dari para Pemuda/i intelektual untuk memberi pemahaman yang tepat kepada masyarakat berkenaan munculnya kebijakan-kebijakan pemerintah tentang covid-19.

Selain tentang informasi, Pemprov yang diteruskan oleh Pemkab Karawang melalui Surat Edaran Bupati nomor : 440/1604/Dinkes tanggal 14 Maret 2020 mengeluarkan himbauan kepada seluruh Lembaga Pendidikan untuk mengganti kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah dasar, menengah maupun perguruan tinggi menjadi dirumah masing-masing. Tentu berbagai reaksi bermunculan, meski demikian Pemuda Muhammadiyah Karawang menganggap hal ini perlu dilakukan, karena dinilai efektif untuk mengurangi angka penyebaran virus.

Hanya saja menurut Ichsan kebijakan ini juga banyak disalah artikan, “Pemerintah bukan memberhentikan kegiatan sekolah, tapi merubah pola KBM yang tadinya tatap muka jadi online (Dalam Jaringan / daring), jadi jangan kemudian kita maupun pihak sekolah/perguruan tinggi memanfaatkan kebijakan ini seperti libur hari raya atau tahun baru, kita berharap para tenaga pendidik bisa juga memanfaatkan IT sebagai media KBM jarak jauh”

Pemuda Muhammadiyah Karawang berharap seluruh elemen masyarakat dan Lembaga pendidikan bisa dengan bijak menghadapi fenomena Virus Corona, terlebih para Pemuda dan mahasiswa harus bisa meluruskan implementasi yang kurang tepat dari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Insya Allah kita semua bisa melewati ujian ini bersama-sama”, Tutup Ichsan.(Cr 1).

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *