DaerahJawa Barat

Tempat Wisata di Karawang Libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah Jadi Daya Tarik Pengunjung dari Luar Daerah

KARAWANG, JabarNet.com – Tempat wisata di Karawang masih menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar wilayah Karawang saat hari libur.

Terlebih pada libur hari raya idul Fitri 1442 Hijriah/2024 Masehi, misalnya Greencanyon dan goa dayeuh saat H+1 hingga H+5 ada sebanyak 700 hingga 800 orang dalam satu hari.

” Tempat wisata di Kabupaten Karawang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar daerah, Kalau jumlah real sepertinya agak susah, saya tidak ada datanya mengingat Greencanyon memiliki 2 pintu masuk dan 1 waterpark. Kalau estimasi mungkin per harinya dari mulai H+1 sampai H+5 kemarin berkisar di angka 700 sampai 800 orang,” ungkap Pendi Zu Pengelola tempat wisata Greencanyon, Senin (15/4).

Peningkatan terbanyak terjadi pada Sabtu dan Minggu. Ketika H+1 sampai dengan H+3 hanya ada sebanyak 200 hingga 300 orang pengunjung. Sebagian besar wisatawan ini di dominasi dari wilayah Karawang serta Bekasi.

Meski mengalami kenaikan jumlah pengunjung, dikatakan Pendi, namun pihak pengelola juga telah menyiapkan sejumlah personil lifeguard. Tidak hanya itu pengelola pun telah melakukan koordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan, Polsek dan Koramil.

“Ramainya itu pas hari Sabtu dan Minggu, kalau di H+1 sampai H+3 berkisar 200 sampai 300 orang. Mayoritas dari Karawang dan Bekasi tapi ada juga pengunjung dari Jakarta. Menambah personil dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Menambah personil lifeguard dilokasi wisata serta mewajibkan pengunjung menggunakan life jacket. Setiap harinya ada dari kepolisian 3, linmas 4, dan TNI 1,” tambahnya.

Jumlah lifeguard sebanyak 4 yang di tempatkan di objek wisata bagian atas sebanyak 2 orang dan bagian bawah sebanyak 2 orang. Kemudian ada tambahan lifeguard dari pihak pengolahan Bogor sebanyak 2 orang. Selain itu langkah selanjutnya dengan melarang anak yang di bawah usia 15 tahun untuk mandi dan berenang di tempat yang dalam. Sejauh ini belum terjadi insiden orang tenggelam di lokasi tersebut.

“Jumlah lifeguard ada 4, diatas 2 dan d bawah 2. Belum lifeguard dari pengelola Bogor ada 2, untuk anak di bawah 15 tahun di larang mandi ditempat yang dalam. Aman, alhmdulillah gak ada eksiden mbak,” imbuhnya.

Sumiyati (38), wisatawan dari Jakarta mengungkapkan ia memilih tempat wisata greencanyon disebabkan lokasi yang tidak jauh dari Jakarta. Ia datang bersama dengan 4 orang anak dan keluarga lainnya. Ia melanjutkan meski telah terdapat petugas, namun tetap memberikan nasehat kepada anak yang paling kecil agar tidak lepas dari pengawasan keluarga.

“Karena jalanan macet jadi saya memilih tempat wisata yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Saya ke sini dengan semua anak dan saudara yang lain. Pengamanan disini sudah cukup bagus, tapi sebagai orangtua tetap saya melarang anak untuk bermain dari tempat yang jauh dari kami,” ungkapnya.

Sementara itu untuk di lokasi wisata Goa Dayeuh jumlah pengunjung tidak mengalami peningkatan. Mamad, Ketua pengelola Goa Dayeuh menyampaikan hal itu disebabkan oleh belum adanya perubahan yang signifikan di dalam tempat wisata. Sejauh ini di tempat tersebut hanya ada objek tambahan berupa track trail. Dalam satu hari hanya ada 20 hingga 30.orang pengunjung di lokasi

“Untuk tahun sekarang jumlah pengunjung tidak terlalu banyak,di karenakan tempat wisata guha Dayeuh belum banyak perubahan,mungkin pengunjung bosan dengan suasana gitu gitu aja. Untuk trail masih ada,karena rute dan jarak tempuh trail untuk guha Dayeuh masih bagus,dan bisa memanjakan para pecinta motor trail,” jelasnya.

Mamad melanjutkan jika objek wisata jalur trail tersebut menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi pengunjung. Jarak tempuh pada lintasan ini sekitar 40 sampai 50 kilometer. Ia mengaku untuk dapat meningkatkan jumlah wisatawan diperlukan adanya sentuhan dari perintah daerah.

“Kalau peminat masih bagus,kadang setiap hari liburan pasti ada yang masuk untuk mencoba trekĀ  guha Dayeuh. Ya untuk peningkatan minat wisatawan Guha Dayeuh,pemerintah harus turun tangan,karena tanpa sentuhan pemerintah wisata guha Dayeuh masih begitu begitu saja,tidak ada perubahan. Kalau luas tidak terhitung ya,kalau total km bisa mencapai 40 sampai 50 km jarak tempuh nya,” tutupnya.

Shares:

Related Posts