Kabar Duka : Ketua FHK21 Kabupaten Karawang Ahmad Gozali Telah Tutup Usia 

Foto Ketua Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I) Kabupaten Karawang Ahmad Gozali .

KARAWANG, – Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, kabar duka menyelimuti keluarga Ketua Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I) Kabupaten Karawang, Minggu (2/6/2019).

Almarhum Ahmad Gozali telah pulang menghadap sang khalik pada hari ke 28 Ramadhan.

Guru agama kelahiran 1972 di salah satu SMP Negeri di wilayah Kecamatan Klari tersebut, telah tutup usia setelah mengalami komplikasi penyakit yang dideritanya beberapa tahun terakhir ini.

“Selama bulan Ramadhan ini, (almarhum) memang bolak-balik dirawat. Terakhir dirawat di RS Rosela 3 hari, di RSUD 4 hari sampai masuk ICU 7 hari. Sebelum meninggal, kemarin masuk lagi RSUD,” ujar Kaka Koswara, Koordinator FHK2I Kecamatan Kotabaru.

Di matanya, almarhum adalah sosok seorang guru, pengajar, serta pendidik yang baik dan penuh semangat dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Bahkan dalam kondisi sakit sekalipun, almarhum tetap semangat memimpin para honorer di Kabupaten Karawang agar bisa diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Perjuangan beliau sangat berarti bagi kami semua. Tentu kami semua akan meneruskan perjuangan beliau,” ungkap Kaka yang kini bisa merasakan buah perjuangan bersama almarhum setelah diangkat sebagai PNS di tahun 2019 ini.

Hadir dalam pemakaman almarhum di TPU Kosambi, Ketua PGRI Kabupaten Karawang, pengurus FHK2I kabupaten dan kecamatan, serta rekan-rekan guru dan honorer Kabupaten Karawang.

Ditambahkan warga Dusun ulekan Desa Sukaharja Iwan Setiawan melalui sambungan ponselnya kepada kutipan.co.id mengatakan, memang benar Ahmad Gozali meninggal dunia pada hari minggu (2/6/19) pada pukul 13 : 30 WIB di kediaman beliau yang terletak di Dusun Ulekan kaler RT.02, RW.03 Desa Sukaharja.

Dikediamannya beliau diketahui seorang ustad, yang biasa mengajar ngaji di salah satu musolah, dan akrab di panggil Ustad ujang Ahmad Gozali, para anak didiknya pun saat ini merasa sangat kehilangan atas kepergiannya.

“Awal kronologis kejadian beliau terjatuh di kamar mandi lalu dibawa ke RSUD Karawang, karena beliau membutuhkan penanganan yang serius, beliau sempat dirawat di ruang ICCU slama kurang lebih 1 minggu, kemudian menurut keterangan dokter beliau sudah bisa di perbolehkan pulang,”ucap Iwan.

Iwan juga mengatakan, menurut informasi keluarga selama di kediaman beliau sering mengeluhkan sakit sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa kembali ke RSUD untuk dirawat, lalu pada hari minggu beliau menghembuskan napas yang terakhir kalinya di RSUD pada pukul 13:30 WIB.

Setelah menempuh kesepakatan keluarga (orang tua)nya, akhirnya beliau dimakam kan di daerah TPU Kosambi. Karena, menurut keluarga sebelumnya beliau memberikan satu amanah yang sudah di ucapkan oleh almarhum, agar kelak jika nanti beliau meninggal untuk di makamkan di pemakaman keluarga beliau yaitu di daerah kosambi-karawang.

“Saya tidak menyangka bahwa beliau adalah seorang tokoh yang sangat dikenal di kalangan para guru pengajar, sampai saat suasana duka pun, banyak para guru yang datang kekediamannya, padahal kesibukan belian di kediaman adalah seorang guru ngaji, sungguh banyak jasa beliau dalam hidupnya(red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here