DaerahPemerintahan

Gabryel : “Bupatinya Ratu PHP, Pejabatnya Pemain Lenong”, Karawang Belum Punya Destinasi Wisata Unggulan


“Kita saksikan bersama sama lah, bagaimana para pelenong – pelenong di pemerintah daerah sana, memainkan peranan lenongnya yang luar biasa, yang menjadikan kami sebagai insan pariwisata sebagai korbannya, Kenapa saya bilang Korban? 


Lipsus Bagian 4 :

Karawang, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI geram terhadap pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Karawang yang sampai saat ini masih belum diperhatikan secara serius, pasalnya para wistawan asing yang akan masuk ke Karawang hanya sebagai transit saja.

“Hari ini para tamu di hotel yang ada di Kabupaten Karawang hanya sekedar menjadi tempat transit saja, dikarnakan saat ini kabupaten Karawang sendiri bukan menjadi kota tujuan yang diharapkan,  sebagian para tamu saat ini melihat untuk di kabupaten Karawang sendiri masih belum punya tempat destinasi wisata yang bisa di unggulkan”, tutur Gabryel, Ketua PHRI Karawang, saat berdialog di Program Ngopi BOTV Indonesia beberapa waktu lalu.

“Kini PHRI di tahun 2021 akan memfokuskan tagline untuk Kabupaten Karawang akan menargetkan salah satu kota destinasi wiasata dunia, karena apa,? Karawang yang terjadi hari ini hanya kota transit saja, di karenakan karawang saat ini masih miskin akan destinasi wisata unggulan, jadi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Karawang saat ini belum ada, jujur saja tidak bisa menjual karna tidak di kelola dengan baik oleh pihak pemerintah daerah itu sendiri, ” sambung Gabryel.

“Hari ini saya kalau kedatangan  tamu dari luar kota atau provinsi atau malah dari luar negri sekalipun, nah untuk di karawang sendiri malah saya saat ini bingung, mereka harus saya ajak kemana? Mereka pasti berfikir, loh kok karawang inikan kabupaten yang notabennya kabupaten yang APBD nya lumayan tinggi untuk ukuran indonesia, dengan 4 Triliun lebih, itu APBD yang sangat luar biasa, akan tetapi kok sampai hari ini masih seperti ini ya? ucap Gabryel.

“Kita saksikan bersama sama lah, bagaimana para pelenong – pelenong di pemerintah daerah sana, memainkan peranan lenongnya yang luar biasa, yang menjadikan kami sebagai insan pariwisata sebagai korbannya, Kenapa saya bilang Korban? 

“Karena saat ini kami dikorbankan untuk tidak bisa menikmati hak kami sebagai warga masyarakat untuk menikmati wisata yang baik yang seharusnya diciptakan dan di kelola secara baik oleh pihak pemerintah daerah, ya memang seharusnya,” tandas Gabryel seakan kecewa.

“Nyatanya hari apa ? Mereka hanya melenong riya, ya betul dan memang iya, saat ini meraka hanya bisa menjadi rajanya ratu ” PHP, ” ucap Sabryel sambil berkeringat di wajahnya.

“Kalau disini pemerintah sudah tidak mampu mengandeng pihak ketiga atau diswastakan, gandeng dong pihak pemerintah provinsi, kalau masih juga tidak mampu, gandeng dong Kementrian Dinas Pariwisata ke kabupaten Karawang ini, ” 

Baca juga :
Hasilkan PAD Kecil, PHRI : Bupati dan Kadisbudpar Karawang Jangan Tidur

“Ingat loh nawacitanya Pak Jokowi itu salah satunya adalah pariwisata dan Indonesia di pemerintahan Pak Jokowi ini  menargetkan 20 juta wisatawan manca negara harus masuk ke indonesia, dan saat ini Jawa Barat ditargetkan 20% dari target itu, berarti di Jawa Barat itu, minimal kunjungan wisatawan manca negara dalam satu tahun harus sekiat 5 juta orang dan yang menjadi tumpuan untuk di Jawa Barat adalah salah satunya di Kabupaten Karawang, karena Kabupaten Karawang punya potensi yang luar biasa”,

“Akan tetapi berhubungan pemerintahnya buta dan tuli, dan hari ini hobby nya hanya gunting pita, hanya seremonial, hanya ini dan itu, ya akhirnya ya ini yang terjadi, jadi jangan salahkan kami dari PHRI, ya mungkin hari ini PHRI dianggap anak bandel oleh pemerintah, tetapi bandelnya kami ini hanya untuk kebaikan pemerintah itu sendiri dan kebaikan masyarakat kabupaten karawang secara keseluruhan,” pungkasnya (Joe/AME/Red)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *