Daerah

Amal Mulia dan For Humanity Langsung Kirim Relawan ke Palu



Bandung – Yayasan Harapan Amal Mulia dan For Humanity langsung memberangkatkan tim relawan menuju Kota Palu, Minggu (30/9) pasca Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 7,4 skala richter yang mengguncang Kota Paalu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dua hari sebelumnya.

Gempa yang disertai tsunami ini telah memporak-prandakan Kota Palu. Sebanyak 420 korban meninggal telah ditemukan oleh tim penyelamat. Sisanya masih dalam proses evakuasi dibalik reruntuhan bangunan.

‘’Setelah memperoleh informasi gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, kami langsung menyiapkan tim untuk menuju lokasi bencana. Tim ini akan menyerahkan bantuan sekaligus menginventarisir kebutuhan para korban,’’jelas Ketua Tim Relawan Gabungan Amal Mulia dan For Humanity, Ikhsan Purwana, Minggu (30/9).

Dikatakan Ikhsan, tim yang terdiri dari empat orang ini akan melakukan survey awal di lokasi musibah sekaligus menginventarisir kebutuhan untuk masa tanggap darurat dan pemulihan pasca tanggap darurat.

Termasuk, kata Ikhsan, tim ini juga akan membuka jalur untuk penyaluran bantuan yang akan disalurkan oleh Amal Mulia maupun For Humanity. Menurut Ikhsan, sudah ada beberapa elemen masyarakat yang langsung melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan derita masyarat Kota Palu dan Donggala dan menitipkannya melalui Yayasan Amal Mulia.

Untuk itu, kata Ikhsan, pihaknya akan berusaha supaya amanah dari para donatur ini bisa disalurkan kepada para korban gempa di Kota Palu dan Donggala.

Untuk itu, pengiriman tim pendahulu ini sangat penting untuk menyajikan data dan kondisi sebenarnya di lapangan sehingga penyaluran dan pengiriman bantuan bisa tepat sasaran dan tepat waktu.

Padahal,  pengiriman bantuan masih terkendala oleh jaringan transportasi yang rusak akibat gempa. Saat ini saja, pihaknya kesulitan untuk mencari jalur transportasi untuk menuju Kota Palu.

‘’Kami bersama rekan-rekan relawan lainnya kesulitan untuk bisa mencapai Kota Palu karena bandaranya ditutup, rusak akibat gempa. Alhamdulillah, rekan-rekan TNI menyediakan Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk bisa mengangkut kami dan relawan lainnya,’’jelas Ikhsan.
Ditambahkan Ikhsan, dari informasi yang diperolehnya, akses darat menuju Kota Palu dan Kabupaten Donggala masih terputus dan mengalami hambatan. Padahal, proses tanggap darurat membutuhkan bantuan banyak orang untuk mengevakuasi korban yang mungkin terperangkap bangunan.

‘’Insyaallah, kami akan berupaya semaksimal yang bisa kami lakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Kota Palu dan Kabupaten Donggalla, Sulaweai Tengah. Kami mohon dido’akan untuk diberikan kemudahan dan kelancaran,’’pungkas Ikhsan. (Fal)
Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *