KarawangPeristiwa

DLHK Karawang, DPC AMIB Minta Tangguhkan ANDAL Pindo Delli 3

Foto Dedy Haryanto Ketua DPC AMIB Kabupaten Karawang
Karawang, – Dewan Pimpinan Cabang Angkatan Muda Indonesia Bersatu DPC AMIB Kabupaten Karawang soroti terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Pindo Delli 3.
Pasalnya setelah kebocoran Pipa Gas satu tahun lalu yang mengakibatkan warga harus mendapatkan perawatan intensif, kini dengan ulah baru perusahaan tersebut malah mencoba untuk mencemari lingkungan
Ketua DPC AMIB Kabupaten Karawang Dedy Haryono mengatakan kepada kutipan.co.id kamis (17/1/19),”  setelah ramai pemberitaan PT. Pindo Deli 3 yang diduga telah membuang limbah cairnya ke Sungai Cikereteg Kecamatan Pangkalan tersebut jelas saya saksikan bersama para warga setempat
Disana jelas, PT. Pindo Delli 3 membuang limbah yang diduga mengandung zat kimia berbahaya bagi manusia tersebut keluar dari pipa pembuangan miliknya ke sungai cikereteg Pangkalan
Disini kami meminta kepada DLHK Karawang untuk proses Andal  dan RKL – RPL PT. Pindo Delli 3 yang saat ini akan dilakukan segera ditangguhkan, karna ini akan berdampak bahaya bagi kesehatan warga masayarakat Karawang itu sendiri,” ujarnya
Selain itu, kami juga meminta agar terkait kebocoran Pipa Gas yang dulu terjadi harus segera diproses dan ditindaklanjuti, jangan sampai dengan kondisi hari ini saja mereka sedang melakukan perluasan dimana jika proses Andal yang sedang mereka proses itu samapi direalisasikan maka sama saja pihak DLHK Karawang mau membiarkan wabah penyakit itu ada,” bebernya
“Jadi dalam hal ini melihat bahwa untuk proses Andal PT. Pindo Delli 3 ini harus ditangguhkan dulu sebelum persoalan insiden yang terjadi tempo hari itu diselesaikan,”
Dan saat ini untuk PT. Pindo Delli 3 harus memperjelas proses limbahnya seperti apa? dan harus bagaimana agar nantinya tidak mencemari lingkungan lagi, kalau kemarin terjadi kebocoran, berarti ada sesuatu yang keliru dan bisa dianggap cereboh,” ucapnya
Disini jelas Perusahan PT. Pindo Delli 3 tersebut telah lalai dalam memperhatikan faktor yang harus diperhitungkan,  jangan – jangan ini ada paktor kesengajaan,”(red).

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *