Sekolah di Karawang Banyak Pungli, Kadisdik Dadan Sugardan Bungkam

Foto Ilustrasi

KARAWANG, – Minim nya Pengawasan terhadap Pendidikan membuat beberapa orang tua murid mengeluh, karena setiap pembiayaan terhadap anaknya disekolah membuat orang tua harus mencari uang yang lebih, demi pendidikan anak – anaknya.

Masyarakat mengeluh dan mempertanyakan kemana anggaran Pendidikan yang dibebankan ke APBD, namun Lembaran Kerja Siswa (LKS) masih tetap saja harus dibayar oleh beberapa orang tua murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di 2 Kecamatan Karawang

Salah satu siswa yang meminta disembunyikan namanya mengaku bahwa dirinya harus wajib membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sudah disediakan oleh sekolah. Tak tanggung biaya yang harus dikeluarkan juga tak sedikit nominalnya sebesar 130 ribu. ” Iya wajib beli Lks di sekolah,” akunya.

Dari uang sebesar itu, dirinya mendapatkan 11 paket buku LKS, jadi dengan nominal yang dikeluarkan oleh siswa untuk  diberikan ke pihak sekolah. ” Kita dapat 11 paket buku Lks,” terangnya.

Selain praktek jual beli LKS tercetus juga informasi pungutan biaya perpisahan dari sekolah SMPN 1 Tirtajaya, Informasi yang diperoleh awak media dari siswa SMPN 1 Tirtajaya, siswa kelas 7 menjelaskan secara gamlang soal rencana perpisahan untuk kelas 9 yang akan menghadirkan artis sebagai penghibur diacara perpisahan kelas 9. dibebankan biaya perpisahan sebesar Rp 25.000 persiswanya

Namun ketika dikonfirmasi Kepala Disdikpora Karawang Dadan Sugardan, akan informasi tersebut melalui sambungan via ponselnya tidak memberikan tanggapan apapun, padahal berdasarkan pantauan, ponsel yang dimilikinya saat di konfirmasi dalam keadaan aktif atau online.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau balasan yang jelas dari Kadisdik, Dadan Sugarda terkait adanya kebenaran praktek jual beli LKS yang dilakuakan oleh salah satu sekolah SMP yang ada di karawang,”pungkasnya(jhd/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here