PT. Pertamina BBS 02 : Tutup Akses Jalan Masuk Perum Palumbon Tessa, Perekonomian Warga Mati

Foto Warga dikomplek Perum Palumbon Tessa yang berlokasi di Tegalsawah, Lamaran, Kecamatan Karawang Timur

KARAWANG, – Ratusan warga dikomplek Perum Palumbon Tessa yang berlokasi di Tegalsawah, Lamaran, Kecamatan Karawang Timur, saat ini tersiksa akibat akses jalan masuk perumahan di tutup oleh PT. Pertamina proyek BBS .

Kita minta saat ini kebijakan dari pihak Pertamina supaya dapat membuka penutupan gerbang akses jalan untuk warga dibuka, jalan ini juga bukan akses jalan warga Palumbon Tessa saja, akan tapi warga Kedungsalam dan Tegalsawah pun memakai akses jalan tersebut,” ucap warga Perum Palumbon Tessa Muhalif mengatakan kepada kutipan.co.id saat berada dilokasi Sabtu sore (16/3/19).

Lajut Muhalif, dari penutupan akses jalan oleh Pertamina ini akan berdampak kepada berhentinya proses perekonomian warga, serta akan berdampak kepada proses warga untuk mendapatkan hak pendidikan, dikarenakan jalan akses yang ditutup akan terhambat,

“Saat ini para ibu – ibu yang akan mengatarkan anaknya kesekolah pada kesulitan jalan, karena akses jalan harus memutar dulu, dan warga yang dalam pengahasilan kesehariannya mengadalkan dari berjualan saat ini sudah sepi, tidak ada yang berlalulalang, karena akses jalan harus memutar jauh.

Dikomplek ini semenjak akses jalan itu ditutup, akhirnya sepi, itu kan jelas bisa menghambat berhentinya proses perekonomian warga,” kata Muhalif.

Muhalif mengatakan, sudah 2 hari penutupan jalan oleh pihak Pertamiana ini dilakukan, untuk alasanya sendiri sampai saat ini belum jelas, ada yang bilang untuk keamanan, karena mobil Pertamina yang sering berlalulalang ke area jalan tersebut.

“Saat ini kita sudah berkoordinasi kepada pihak pemerintah desa, agar bisa mecari solusi terbaik dalam permasalahan ini, dan menurut informasi dulu sudah ada pertemuan antara pihak pemerintah desa dengan pertamina, sedangkan untuk hasil secara jelasnya kita belum dengar seperti apa, kemungkin ini bisa diselesaikan dengan surat pernyataan kedua belah pihak.

Terdengar ada surat koordinasi, kalau menurut saya sih tidak masalah, tapi kalau ada sesuatu hal di belakangnya yang ujung – ujungnya ada U dibalik B, menurut saya tidak perlu, karena ini kan masyarakat, seharusnya kita harus saling menguntungkan, baik pemerintah ataupun pihak Pertamina, ngasih jalan ke warganya untuk dijadikan bentuk CSR itu kan wajar saja dan menurut saya sudah menjadi bentuk kewajiban,” beber Muhalif.

Saat ini, mungkin kita akan melakukan koordinasi lebih inten lagi kepada pihak – pihak terkait, jadi bagai manapun ini adalah jalan milik pertamina, kita masih tetap berharap bagaimana pintu akses masuk ini bisa di bukakan, karena kita juga berusaha untuk keras – keras juga tidak mungkin, itu bukan wilayah kita, itu wilayah pemerintah sebenarnya. sampai berita ini diterbitkan belum ada informasi lebih lanjut dari beberapa pihak terkait,” pungkasnya(wan/red).

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here