Pidato Kenegaraan Presiden Jokowidodo, Presiden Mengajak untuk Bersama-sama Komitmen Menuju INDONESIA MAJU

31
Presiden Jokowidodo, saat sambutan pidato

Jakarta, JabarNet.com –Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin mengucapkan sumpah jabatan dalam Sidang Paripurna Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Dalam sambutan pidato kenegaraan, Presiden Jokowidodo menyampaikan beberapa targetan bersama menuju INDONESIA MAJU,” Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu, selamat sore salam sejahtera bagi kita semuanya, Om swastiastu,namo buddhaya, salam kebajikan.

“ yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR RI, yang saya hormati bapak Prof,DR KH. Ma’ruf amin wakil Presiden RI, yang saya hormati ibu HJ.Soekarno putri presiden ke 5 RI, yang saya hormati bapk Prof, DR Soesilo Bambang Yudhoyono Presiden ke 6 RI, yang saya hormati bapak Hamzah haz wakil presiden RI ke 9, yang saya hormati bapak Boediono Wakil Presiden ke 11 RI, yang saya hormati Bapak Yusuf Kalla Wakil presiden RI ke 10  dan ke 12 RI, yang saya hormati kepala Negara dan pemerintahan serta utusan-utusan khusus dari negara-negara sahabat, yang saya hormati para pimpinan lembaga-lembaga tinggi Negara, dan yang saya hormati sahabat saya bapak Prabowo Subianto dan bapak Sandiaga Uno, dan para tamu yang saya hormati,

Presiden Jokowidodo menyampaikan, Mimpi kita, cita-cita kita ditahun 2045 satu abad Indonesia merdeka, mestinya Insya ALLAH Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

“Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan, 320 juta rupiah perkapita per tahun atau 27 juta perkapita per bulan.

Menurutnya, itulah target kita, target kita bersama,  mimpi kita  ditahun 2045 Produk  domestik BRUTO Indonesia mencapai 7 Trilun USA Dolar.

“ Dan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati Nol persen.”

“Kita harus menuju kesana, kita sudah hitung-hitung, kita sudah kalkulasi, target tersebut masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai.

Menurut presiden Jokowidodo, namun semua itu tidak datang secara otomatis, tidak datang dengan mudah, harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif.

Selanjutnya Presiden Jakowidodo menyampaikan INOVASI adalah BUDAYA , Dalam dunia yang penuh resiko, yang sangat dinamis, yang sangat kompetitif, kita harus mengembangkan cara- cara baru, nilai-nilai baru.

“jangan sampai kita terjebak dalam  rutinitas yang monoton, harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan, inovasi adalah budaya

Presiden Jokowidodo mengajak Jangan lagi kerja berorientasi pada proses, cerita tentang 5 tahun yang lalu, tahun pertama saya di istana, saya mengundang pejabat dan masyarakat untuk hala bihalal.

“ protokol meminta saya untuk berdiri ditempat itu, saya ikut ditahun pertama, selanjutnya ditahun kedua ada halal bihalal lagi, protokol meminta sya berdiri ditempat yg sama dititik itu lagi, dan itu akan dianggap sebagai aturan, dan kalau diteruskan bakal nantinya dijadikan seperti undang-undang, ini yang namanya monoton rutinititas, dan  meningkatkan produktifitas adalah hal lain yang menjadi prioritas.

Begitupun presiden Jokowidodo mengingatkan Jangan lagi kerja berorientasi pada proses, tapi harus berirorintasi pada hasil, hasil yang nyata.

“saya sering mengingatkan kepada para mentri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masayarakat kita menikmati pelayanan dan pembangunan

Selain daripada itu menurut presiden Jokowidodo Yang utama adalah hasilnya bukan prosesnya

“ caranya mudah Tugas kita menjamin delivered bukan hanya menjamin sent, saya tidak mau birokrasi pekerjaanya sending-sending saja akan tetapi MAKING DELIVERED, tugas kita menjamin program kita dirasakan masyarakat,”

Menurut Presiden Jokowidodo saat ini Indonesia berada dipuncak bonus DEMOGRAFI,” Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar.

“saat ini kita sedang berada dipuncak bonus demografi, dimana penutup usia produktif jauh dibanding dengan usia tidak produktif, ini adalah tantangan besar sekaligus juga sebuah kesempatan besar, ini juga akan menjadi masalah besar, jika kita tidak mampu menyediakan lapangan kerja.

“tetapi akan menjadi kesempatan besar, peluang besar jika kita mampu membangun SDM yang unggul,dan didukung ekosistem politi yang kondusif dan ekosistem ekonomi yang kondusif.

Beberapa point selanjutnya Presiden Jokowidodo menyampaikan diantaranya, Pembangunan SDM jadi proritas utama, Pembangunan insfrastuktur akan dilanjutkan, Kendala regulasi harus disederhanakan, Penyederhanaan birokrasi harus dilakukan, investasi untuk lapangan pekerjaan harus di prioritaskan, prosedur yang panjang harus dipotong, eselonisasi harus disederhanakan, birokrasi yang panjang harus dipangkas, pejabat yang tidak serius bekerja akan dicopot, dan Tranformasi ekonomi akan dilakukan.

“ kita harus bertranformasi dari ketergantungan pada sumberdaya alam menjadi daya saing manufactur dan jasa modern, yang memiliki dan mempunyai nilai tambah bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Diterakhir sambutanya Presiden Jkowidodo mengajak untuk bersama-sama komitmen membangun menuju INDONESIA MAJU

“ pada kesempatan yang bersejarah ini, Perkenankan saya atas nama pribadi (Presiden Jokowidodo) dan atas nama Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin dan atas nama seluruh rakyat Indonesia menyampaikan terimakasih dan penghargaan setingi-tinginya.

“mengakhiri pidato ini saya mengajak bapak, ibu dan saudara-saudara setanah air untuk bersama-sama berkomitmen, ‘ Pura babbara sompeku..pura tangkisi goliku, layarku sudah berkembang..kemudiku sudah terpasang,..kita bersama menuju Indonesia maju.( wan/red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here