Kang Pipik Minta DISPARBUD Agar Kampung Budaya di Hidupkan Kembali

Kang Pipik saat menerima kedatangan Pemerhati budaya di Gedung DPRD Karawang

Karawang, JabarNet.com – Kampung Budaya Karawang mega proyek yang dibangun  oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang yang bertujuan sebagai tempat kumpul sekaligus kegiatan para seniman yang ada di Karawang, serta melestarikan adat budaya Sunda, Pada tahun tahun awal kabarnya banyak berbagai kegiatan budaya dan kesenian termasuk pertunjukan tari Jaipong  dan kreasi seni para siswa sekolah.

Namun  seiring perjalanan waktu, dikabarkan malah makin kendor dan tidak terawat, tidak tahu apa permasalahannya. Sayang sekali padahal untuk membangun tempat ini menghabiskan Puluhan Milyaran.

Kedatangan Pemerhati Budaya ke gedung DPRD kabupaten karawang, Abah Sarjang dan DPC karawang Ormas Gagak Lumejang yang memang pecinta pengelolaan Situs-situs Budaya, tadi sore, menemui salah seorang anggota Dewan dari komisi III Taufik Ismail S.sos. atau biasa dipanggil Kang Pipik, Rabu (23/10/2019).

Adapun tujuan kedatangan Mereka  Para Pemerhati dan pecinta Budaya Kabupaten Karawang ini menghendaki agar ‘Kampung Budaya’ bisa dihidupkan dan diberdayakan kembali.

Tentunya Kang Pipik selaku anggota Dewan komisi III siap menampung dan merespon keinginan dari para pemerhati budaya tersebut

Menurut kang Pipik ketika menyampaikan kepada JabarNet.com,” mereka itu adalah orang yang unik, terkadang orang lain tidak berpikir seperti itu, tapi mereka berpikir ke arah itu. Yang cara berpikirnya tidak seperti kebanyakan orang.

“Dalam hal ini Saya ingin support mereka, menggali potensi budaya dan peningalan-peninggalan situs yang ada di Karawang. karena selama ini kan terkadang orang masih bias mengenai informasi tentang hal tersebut”. ungkap kang pipik.

Dikatakan kang pipik mengenai keberadaan Kampung Budaya tersebut jangan sampai menjadi musiumnya kaum remaja, atau menjadi musiumnya kuliner, atau bahkan musiumnya malam mingguan. Canda kang pipik.

“Kita juga akan fokus untuk Kampung budaya, karena Kampung Budaya itu luas sekali. Pagelaran-pagelaran Adat dan Budaya juga bisa dilaksanakan disana, kalau perlu dalam seminggu diadakan acara budaya seperti Jaipongan, topeng dan lain sebagainya”. Terang Pipik.

” Dikampung budaya nanti kita bisa undang pagelaran budaya dari daerah lain, misalnya tari Kecak Bali sebagai bintang tamunya. Jadi, orangkan tidak harus pergi ke Bali untuk melihat tariannya”. Pipik mencontohkan.

Kang Pipik berharap agar Budayawan bisa berpikir kearah itu, agar masyarakat melihat bahwa Kampung Budaya tersebut dinamis, tidak monothon.

” Hayu sok yu.. kita bikin, kalau bisa kita buat ticketing. Agar orang bisa mencintai seni. Kita bikin rutin” ajak kang Pipik

Selanjutnya kang pipik  akan mendorong Dinas Pariwisata Kabupaten Karawang ,agar bisa fokus membenahi program – program yang mengarah ke program yang menyentuh permasalahan budaya, berhubungan langsung dengan situs-situs atau peninggalan-peninggalan sejarah.

“yang menjadi poin pembahasan kali ini menitik beratkan kepada pengelolaan Kampung Budaya dan Situs-situs yang ada di Kabupaten Karawang dan harapan saya agar  komunitas pecinta dan pemerhati budaya mungkin bisa diakomodir ada disana untuk memanfaatkan kampung budaya menjadi pengembangan budaya seperti waktu lalu, Tandasnya.( dang/dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here