HukrimJawa Barat

Jenni Siswo : Yayasan Security Lotte Grosir, Track Record Buruk Kenapa Bangga

Foto Jenni Siswo Kerabat Korban Pembobolan Barang di Dalam Mobil Saat Terparkit di Dalam Lokasi Lotte Grosir Karawang.

KARAWANG, – Kasus pembobolan barang di dalam mobil di dalam Parkit Lotte Grosir, akhirnya harus menempuh jalur mediasi di Polsek Karawang Kota rabu sore(20/2/19).

Jenni Siswo, saudara Korban (Allan SA) salah satu pimpinan media di karawang, yang hadir saat mediasi di gelar oleh pihak yayasan security Lotte Grosir mengungkapkan kekecewaannya kepada kutipan.co.id rabu sore(20/2/19) saat dihubungi via poselnya mengatakan,” Jadi saya sebagai saudara korban sangat kecewa mendengar hasil keputusan mediasi yang di gelar di Polsek Karawang Kota ini.

“Karena di satu sisi banyak hal yang memang seolah – olah pihak Yayasan Security ini ingin melepaskan atau lari dari tanggung jawabnya, karena apa yang saya lihat, dan apa yang saya dengar dari paparan beliau, bahwa beliau seolah menyalahkan atau memberatkan kepada pihak kotraktor proyek bangunan, tentang tidak adanya fasilitas Camera CCTV ataupun alat  kelengkapan keamanannya, jadi tidak mau di salahkan,” ungkap Jenni.

Dalam keterangannya Jenni pun mengatakan,” terus terkait hal kerugian untuk si korban, sangat tidak maksimal, tentang penggantian yang di utarakan pada waktu mediasi itu, tidak seimbang dengan angka ataupun nominal juga kerugian lain yang intinya, materi, material maupun moril kerugian yang dialami si korban.

Karena si korban atas kejadian ini harus termakan waktu, dengan urusan dokumen yang hilang ini, jadi permasalahannya adalah banyak pekerjaan yang tertunda, karena data yang hilang ini harus di selesaikan dulu, dimana dokumen tersebut ada yang dari Notaris, Kosumen Perumahan dan ada juga data dari Perbangkkan.

Kalau dinilai  kerugiannya sangat besat, karena ini bisa menyangkut kepada nama baik korban, begitupun nama baik relasi juga sangat beribas atau berdampak, tentang adanya kejadian ini,” jelas Jenni.

Lanju Jenni, semua keamanan memang selalu mengatakan, jaga barang – barang berharga ada jangan sampai di taruh di sembrangan tempat demi keamanan pelanggan, kalau memang Yayasan Security ini bisa memudahkan data yang hilang dalam hal ini membantu tugas kepolisian untuk mengusutnya, kan ini akan menjadi proses yang cepat, untuk mendukung penyelidikan pihak kepolisian, sampai saat ini pun pihak kepolisian terlihat sulit untuk membongkar kasus pembobolan ini.

“Menurut saya pastinya ini adalah bentuk kelalaian, karena kalau memang ini bukan bentuk kelalaian, sebenarnya ini kelasnya memang sudah propesional, akan tetapi sangat disayangkan, hal kejadian ini menurut keterangan yang di sampaikan pihak Yayasan Security, kejadian seperti ini bukan kali ini terjadi.

Padahal perusahaan yang bekerjasama dengan mereka adalah perusaan besar (Lotte Grosir) ini, ya otomastis kalau belajar dari pengalaman yang sudah saja, seharusnya mereka bisa belajar, setidaknya untuk mengurangi tingkat kejahatan ini ataupun melakukan suatu perbaikan – perbaikan alat maupun perbaikan informasi yang memang bisa dapat di ketahui secepatnya, apabila ada tindak kejahatan itu di lapaangan khusunya di parkiran,” beber Jenni

Lanjut Jenni, langkah kedepan kita akan coba diskusikan dengan pengacara ataupun Lembaga Perlindungan Konsumen, disini banyak yang akan kita lakukan, sampai saat ini kasus ini kita pending dulu, karena saya yakin ini adalah suatu tindakan pelayanan yang kurang baik, dan kalau seperti ini terus tidak akan membuat epek jera terhadap Yayasan Security itu sendiri.

“Dan dia akan ulah seperti itu dan seperti itu terus, seharusnya sebelum mereka menempati tempat parkiran itu di cek dulu semua kelengkapannya, pihak Yayasan Security juga jangan merasa bangga bahwa parkiran di sini tuh digratiskan, kalau memang tidak aman mening tidak usah digratsikan, dan saya yakin para pengunjung yang lainpun akan setuju kok, kalau ini demi keamanan.

Apalagi kejadian ini dekat sekali dengan Polres karawang, hanya ukuran paling jarak 100 meter, ya seharusnya pihak Yayasan Security ini akan lebih peka, tapi saya yakin pihak Polres juga kan lebih paham dalam hal ini,” papar Jenni.

Jenni mengatakan,” kalau kita memang diposisi yang benar kenapa tidak kita buka laporan kelalian tersebut, dan ini sekalian untuk memberikan suatu pelajaran kepada Yayasan Security itu, karena jujur saya paling tidak suka dengan bahasa – bahasa “ini bukan kali pertama buat kita menangani kejadian hal ini” seolah – olah menjadi kebanggan mempunyai kasus sepeti ini, padahal ini kan “Track Record” yang buruk.

Dalam hal ini, yang peting keinginannya ataupun maksud dan tujuan sikorban di penuhi oleh pihak Yayasan Security itu, karena menurut saya, korban sangat memahami bahwa ini memang sudah musibah, makanya di sini pihak korban tidak berkata yang tinggi ataupun mengada – ngada pada saat mediasi.

Akan tetapi disatu sisi hal lain yang menjadi bentuk pembelajaran kalau memang dari Pihak Yayasan Security ini posisinya ngeyel, ini Karawang loh, kita harus bedakan ditempat – tempat yang lain, jangan menyamakan hal – hal penyelesain seperti ini di luar Karawang, ada pribahasa, “Dimana Bumi Dipijak, Disitu langit Dijungjung,” jadi mereka harus memahami hal ini.

Bahkan kalau memang ini perlu pihak media semua menampilkan berita tentang buruknya pelayanan Yayasan Security ini, biar tahu rasa dia, kalau memang semua ini mereka tidak memenuhi kewajibannya kepada korban, dengan pengajuan dari pihak korban itu sendiri, yang jelas sangat – sangat di rugikan dalam hal ini,” pungkasnya(jhd/red).

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *