Dansektor 19 Citarum Harum : Banyak Penyebab Air Citarum di Karawang Menjadi Hitam

Dansektor 19 Kolonel Widodo Bersama Kadis DLHK Karawang Wawan Setiawan

Karawang, JabarNet.com – Komandan Sektor Citarum Harum Kolonel Widodo menyebutkan banyak penyebab jika air sungai citarum di Kabupaten Karawang menjadi hitam.

Pasalnya, setelah ia turun langsung melakukan patroli air menyusri sungai citarum di Sektor yang dikuasainya, tidak ditemukan indikasi objek yang mengeluarkan limbah kimia, bahkan setelah diambil sampel, air terlihat cukup baik, artinya masih sesuai dengan standar baku mutu air.

“Kemarin hasil patroli saya, menggunakan perahu karet, dasarnya hitam tapi pas diambil sample air hanya keruh – keruh dikit, kita juga sudak cek outpollnya PT Pindodeli dilokasi dan langsung ambil sampel,” ujarnya saat diwawancara JabarNet.com, disela ia berkunjung ke kantor DLHK Kabupaten Karawang, Kamis (06/08/20).

Lebih lanjut Kolonel Widodo menjelaskan kemungkinan penyebab air sungai menjadi hitam adalah, salah satunya adanya pekerjaan pengerukan yang dilakukan dibendungan walahar serta adanya sedimentasi yang terpengaruh oleh cuaca panas.

“kemudian sudah kita ambil sampel air dan sekarang sedang dikerjakan oleh kepala Dinas, nanti kita tunggu bagaimana hasilnya. Setelah ada hasilnya nanti kita tentukan langkah berikutnya, Sektor 19 Citarum harum bersama instansi terkait DLHK akan menindaklanjutinya,” jelasnya.

Disinggung tindakan apakah yang akan dilakukan jika hasil leb menunjukan terdapat kandungan bahan kimia dalam kadar air, Kolonel Widodi dengan tegas akan menindak sesuai peraturan yang ada.

“Kita akan tindak sesuai dengan ketentuan Undang – undang noomor 32 tahun 2009,” tandasnya.

Sementara masih ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang Wawan Setiawan, menyebut sedang menunggu hasil lab selama 12 hari. Namun setelah ia bersama tim berpatroli menelusuri sungai Citarum, ternyata tidak semua wilayah sungai citarum airnya hitam.

“Dari walahar hingga anggadita air citarum tidak menghitam, akan tetapi dari anggadita sampai ke jembatan alun-alun karawang airnya menghitam, jadi menurut dugaan sementara kami dengan tim yang turun kelapangan ini diakibatkan karena sedimen, untuk sample air telah diambil untuk dilab, namun ini membutuhkan waktu 12 hari sesuai SOP,” kata Wawan.

Dalam patroli yang Wawan lakukan, juga telah diambil sebanyak 8 sampel air limbah perusahaan yang dimulai dari daerah Anggadita, untuk diuji di leb.
Kemungkinan yang lain adalah sedang adanya pengerukan di bendungan walahar, mungkin saja bisa menjadi penyebab menghitamnya air.

“Kami telah mengambil 8 sample air perusahaan yang terlihat hitam dan akan kami uji lab,” Katanya.

“Namun, mungkin karena adanya pengerukan diwalahar posisi air di nol kan, sehingga dari daya dorong air kecil ini mengakibatkan air citarum menghitam dari sedimen ditambah panas,” timpal Wawan. (Wan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here