DaerahHukrim

Calon Rektor Unpad Bantah Lakukan KDRT Terhadap Mantan Istri


“Kalau Bu Erna ingin melaporkan kembali hal itu, sudah tidak bisa. Isinya pun sudah tidak betul. Meski terjadi keretakan rumah tangga mereka. Namun tidak sampai ada pemukulan,”

BANDUNG,– Calon Rektor Unpad Prof Obsatar Sinaga membantah tudingan
pemberitaan yang menyudutkan dirinya di media online pada hari Senin, tanggal 24 September 2018, dengan judul “Dugaan KDRT Menggoyang Calon Kuat Rektor Unpad”.

Melalui kuasa hukumnya Bintang Yalasena SH MH, keluarga Obsatar yang diwakili oleh kedua putranya yakni Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi, mengklarifikasi berita tersebut.

Bintang menjelaskan bahwa Ernawati, ibu kandung serta mantan istri dari Obsatar Sinaga telah menulis surat kepada Presiden RI Joko Widodo, mengenai laporan ke polisi tentang KDRT pada 29 Maret 2002 lalu yang dilakukan Obsatar Sinaga saat masih menjadi suami. Namun, surat tersebut sudah dicabut karena isi dari surat itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya karena pada awalnya keluarga hidup rukun. Keretakan rumah tangga terjadi ketika nenek Afgan dan Kahfi sering dimarahi bahkan sampai stroke, kemudian meninggal.

“Kalau Bu Erna ingin melaporkan kembali hal itu, sudah tidak bisa. Isinya pun sudah tidak betul. Meski terjadi keretakan rumah tangga mereka. Namun tidak sampai ada pemukulan,” tegasnya

Dalam pemberitaan tersebut, kekerasan juga dilakukan saat beribadah haji di tanah suci mekah, di mana dirinya disuruh membawa tas besar, dan ditendang dengan kata-kata yang tidak pantas.

“Hal itu pun sangat tidak mungkin, kalau Prof Obi melakukan tindak kekerasan di Mekah mungkin waktu itu juga langsung di proses secara pidana, apalagi di Tanah Suci,”ungkapnya

Berkenaan dengan beberapa bukti foto adanya bengkak di wajah Erna harus dibuktikan secara hukum,  Bintang juga mempertanyakan validitasnya, ternyata belum sampai ke pengadilan.

“Ada juga mengenai laporan mempersulit pergantian nazhir tanah wakaf di Jalan Atlas, Kota Bandung dan ternyata kini telah selesai dan menjadi milik Yayasan Ummi Maktum, sudah diurus ke BPN,”ujarnya

Selain itu, tersirat kabar tentang perselingkuhan Prof Obi, sapaan akrab Obsatar Sinaga dengan mahasiswi perlu dibuktikan dengan KUHAP. Jika hanya sebatas hanya dibuktikan dengan foto mahasiswi duduk dengan Prof Obi masih sulit dibuktikan.

“Kalau selingkuh itu harus dibuktikan dengan rekaman video dan diuji di persidangan. Makanya hal itu tidak benar, nanti akan diadukan ke penyidik secepatnya, untuk klarifikasi,” paparnya

Bintang menilai Ernawati sendiri yang memiliki perangai yang keras dan berkata-kata yang kasar. Hal itu menjadi maklum kalau terjadi perceraian.

“Kalau memang Prof Obi memiliki perangai kasar, maka istri yang sekarang pun akan diperlakukan sama, tetapi pada kenyataannya tidak. Nggak usah diputar balikan,” tegasnya

Menurut Bintang upaya Ernawati tersebut dalam rangka menggagalkan rencana Prof Obi menjadi Rektor Unpad, sebelumnya hal itu pun terjadi saat pencalonan Prof Obi menjadi Kompolnas.

Bintang menjelaskan bahwa hal yang dilakukan Ernawati sudah masuk ke dalam ranah pidana, karena telah mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo, berikutnya pemberitaan di salah satu media online, yang melanggar Pasal 28 angka 2, UU-ITE.

“Makanya kita akan proses dengan pasal itu,” pungkasnya

Seperti diketahui Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., (FISIP), merupakan salah satu kandidat kuat menjadi rektor, dan akan bersaing dengan Aldrin Herwany, S.E., M.M., Ph.D., (FEB); Prof. H. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D.,(FH), dipemilihan rektor periode 2019-2024.

Adapun, Afgan dan Kahfi merasa terganggu dengan pemberitaan tersebut, apalagi menyudutkan ayahnya.

“Klarifikasi ini merupakan inisisatif kami berdua. Ibu saya (Ernawati red-) sekarang sudah menikah dan punya suami lagi, tinggal di Jakarta, dan bekerja di salah satu BUMN,” ujarnya

Afgan menambahkan gelagat ibunya untuk menjegal Prof Obi menjadi Rektor Unpad, sudah terasa sejak masa-masa penjaringan delapan peserta calon rektor.

“Dulu berita negatif ayah sudah dikirim ke panitia pemilihan rektor, namun tidak mempan, lapor ke MWA (Majelis Wali Amanat) tidak mempan juga, sekarang lapor ke presiden,” pungkasnya (abby)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *