DaerahJawa Barat

Launching Tranformasi Center Of Excellent, Bupati Cellica Bangga Kemajuan RSUD Karawang dibawah Kepemimpinan dr Fitra

Bupati Cellica Bangga Kemajuan RSUD Karawang

KARAWANG, JabarNet.com- Bupati Karawang Hj Celllica Nurrachadiana merasa bangga atas kemajuan RSUD karawang dibawah kepemimpinan dr Fitra Hergyana.

Diketahui kemajuan RSUD Karawang adanya perubahan di insfrasruktur hingga pelayanan dengan bertransformasi menjadi Rumah Sakit modern.

” Terima kasih kepada rekan-rekan purnabakti ( Eks para Direktur RSUD Karawang) karena tentunya tidak akan ada RSUD ini dan yang kita banggakan Direktur RSUD Karawang dr Fitra Hergyana yang bisa mewujudkan impian dan cita-cita masyarakat Kabupaten Karawang untuk melakukan transformasi baik insfrastruktur, SDM, keuangan, tekhnologi dan pelayanan kesehatan,” ucap Bupati Cellica pada saat agenda launching revitalisasi dan transformasi center of excellent RSUD Karawang dihadapan Menkes RI beserta tamu undangan, sabtu (15/7)

” Dan seluruh jajaran para Direksi serta teman-teman komite medik yang alhamdulillah selama ini membantu percepatan pembangunan RSUD Karawang ini” tambahnya.

Baca juga : Semarak HUT Ke 71, dr Fitra Ungkap Tranformasi RSUD Karawang Jadi Rumah Sakit Modern

Tak lupa Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI yang selama ini terus mensupport dan memberikan semangat untuk RSUD Karawang.

” Sebelumnya kami ucapkan selamat datang kepada pak Menkes yang beberapa kali datang ke RSUD Karawang untuk suport  semangat dan juga pendampingan akan karya terbaik untuk diberikan kepada Kabupaten Karawang, legacy apa yang tadi  dr Fitra katakan pencapaian kepemimpinan bukan ketika seseorang menjadi pemimpin, tetapi ketika tidak menjabat lagi orang akan mengenang kebaikan yang telah dilakukan,” tuturnya.

” Dan mampu diteruskan oleh generasi penerus yang akan datang, kita ingin seperti itu, kita ingin jadi pemimpin yang dicintai oleh masyarakat sekalipun kita tidak menjadi pemimpin di Kabupaten Karawang,” ucapnya.

Sementara itu Fitra Hergyana, Plt. Direktur RSUD Karawang menjelaskan bahwa program transformasi Center of Excellent terlaksana salah satunya berkat program pengampuan layanan prioritas yang dilakukan oleh rumah sakit vertikal Kemenkes, sesuai dengan bidang spesialisasinya.

Transformasi dilakukan dengan membangun tujuh pusat layanan unggulan diantaranya Karawang Heart and Vascular Center, Karawang Cancer Center, Karawang Uro-Nefro, Karawang Stroke Center, Karawang Woman and Child Center, Karawang Aesthetic Center, dan Pain Center.

“RSUD Karawang menjadi rumah sakit rujukan Provinsi Jawa Barat, sehingga nanti dipersiapkan 27 kabupaten/kota akan berobat kesini, sehingga bagaimana SDM Kesehatan, alat kesehatan dan layanannya bisa kita tingkatkan, salah satunya melalui pengembangan Center of Excellent yang mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” terangnya.

Upaya revitalisasi dan transformasi Center of Excellent di RSUD Karawang disambut baik Menteri Kesehatan Budi Sadikin. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan layanan katastropik bagi warga Jawa Barat.

Dikatakan Budi, Indonesia menghadapi beban tinggi penyakit katastropik seperti stroke, jantung, kanker dan ginjal merupakan empat penyakit penyebab kematian tertinggi sekaligus pembiayaan terbesar di Indonesia, sehingga membutuhkan penanganan cepat guna menyelamatkan lebih banyak nyawa.

“Orang sakit di Indonesia itu rangking pertamanya stroke, lalu jantung dan cancer. Kita kerjanya harus berbasis prioritas. Jadi harus beresin stroke dulu,” kata Menkes di RSUD Karawang, Sabtu (15/7).

Berdasarkan catatannya, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, baru 44 kota yang bisa menangani stroke di periode emasnya (golden period). Hal itu terjadi karena supply side antara SDM Kesehatan dan alat kesehatan tidak seimbang.

Karenanya, Budi menilai langkah RSUD Karawang melakukan revitalisasi dan mengembangkan pusat layanan unggulan sudah tepat. Dan keunggulan tersebut harus ditularkan ke rumah sakit lain.

“Tugas RSUD Karawang jangan hanya bekerja ditempatnya sendiri, harus bisa mengampu dan mentransfer kemampuannya ke rumah sakit lain di Provinsi Jawa Barat,” tutupnya.(Wan)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *