Nasib Warga Terdampak Pencemaran Minyak di Karawang Tidak Jelas, Sekda Sebut PHE-ONWJ Banyak Bohongnya

Karawang, JabarNet.com – Nasib warga pesisir pantai utara Kabupaten Karawang yang terdampak pencemaran lingkungan dari kebocoran pipa minyak PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ) pada tanggal 12 Juli 2019 lalu, tidak jelas.
Pasalnya penyelesaian atau final pembayaran kompensasi yang akan diberikan kepada warga tersebut hingga saat ini tidak mendapatkan kejelasan, kapan dan berapa lagi warga akan mendapatkan kompensasi.

Menanggapi polemik tersebut Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri menyebut PHE-ONWJ memang banyak bohongnya.

“Laporan para kepala Desa, Pertamina banyak bohongnya. Sampai sekarang belum ada lagi realisasi kompensasi, kita sering komunikasi dengan Pertamina dan para Kades juga suka langsung komunikasi melalui whatsapp. Pertaminanya janji-janji aja,” ujar Sekda Acep kepada JabarNet.com dikantornya, Rabu (10/06/20).

Disinggung adanya intervensi Pemkab tentang data warga terdampak yang berhak menerima kompensasi, Acep Jamhuri pun tegas membantah hal itu.

“Kompensasi tahap awal sudah dibayarkan nggak ada masalah, sekarang kompensasi kedua selesaikan lagi. Intervensi apa?, nggak ada,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkab akan kembali melayangkan surat kepada Pertamina untuk segera menyelesaikan pembayaran kompensasi kepada warga terdampak.

“Kita akan buat surat, minggu-minggu ini,” tandasnya.

Sebelumnya, seperti dilansir dalam berita SpiritJawabarat.com pada tanggal 1 Januari 2020, VP Relations PHE, Ifki Sukarya pernah mengatakan, setelah pembayaran kompensasi awal selesai dilakukan, maka akan dilakukan pembayaran final.

Hal ini sekaligus meluruskan informasi yang salah. Yang akan dilakukan setelah pembayaran kompensasi awal, adalah membayar kompensasi final dengan besaran memperhitungkan pembayaran kompensasi awal.

Pembayaran final akan dilakukan serentak bagi seluruh warga terdampak baik di Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan Kabupaten di Provinsi Banten yang terdampak. (ist/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here