Jawa BaratPeristiwa

Warga Pabuaran Subang Positif Terjangkit DBD, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Foto Salah satu korban DBD Putri Karolina  (13) Warga Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran Subang. Sudah 3 hari terbaring di Puskesmas Pabuaram Subang

SUBANG, – Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue kini sudah mulai menjanngkit warga Subang Pabuaran Jawa Barat, Kamis (27/2/19).

Salah satu korban DBD Putri Karolina  (13) Warga Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran Subang. Sudah 3 hari terbaring sakit dan sering ngalami mimisan atau keluar darah di lubang hidung. Karena keterbatasan biaya sehingga putri tidak pernah diperiksa.

Melihat kondisi yang terus menurun akhirnya kedua orang tua langsung membawa ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa ternyata benar putri mengalami demam berdarah dan Putri langsung dirujuk ke rumah sakit Cireng.

“Warga Pabuaran harap berhati-hatilah dengan DBD, jika gejala demam tinggi secara mendadak selama 2 sampai 7 hari,  apalagi dibarengi dengan wajah memerah dan merasa mual.

“Pasalnya untuk gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap tidak diketahui oleh penderitanya lantaran gejala awalnya bisa datang secara mendadak dengan gejala yang di rasakan badan akan memasuki suhu panas,” ujar Kepala Puskesmas Pabuaran Wiwik mengatakan jumat (28/2/19).

Ia juga mengatakan,” demam tinggi mendadak 2-7 hari dengan gejala lain mual muntah, diare dan sakit kepala hebat, demam tinggi bisa 39-40 dan muka sampai merah, mual sekali.

Penyakit DBD menyerang saat musim hujan dengan fase tertentu. Tapi sekarang tidak mengenal musim, bahkan dinusim kemarau banyak orang yang terjangkit penyakit DBD.

“DBD itu gejala ringan sampai pendarahan dan kematian. Sekarang cuaca berubah ekstrim. Cuaca ekstrim jadi bakteri lebih banyak berkembang,” paparnya.

Tambah Wiwik, ” Jika sudah mengetahui gejala awal DBD. Maka lebih baik melakukan pencegahan dengan cara upaya preventif.

“Yang penting ditekankan bila kena virus ini upaya preventif. Ini penyakit link jadi jaga kebersihan lingkungan. Lakukan 3 M menguras, menutup dan mengubur. Ini bisa meminimalisir pertumbuhan jentik nyamuk,” ungkap Wiwik

Meski belum menelan korban jiwa namun kini warga Desa Kedaung Kecamatan Pabuaran Subang  sudah merasa was was, dan mereka berharap agar dinas terkait segera lakukan loging atau pengasapan,” pungkasnya(apg).

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *