DaerahEkbis

Terima Monitoring Kemenko Perekonomian, Konstruksi PLTGU Jawa 1 Capai 94.5 Persen


KARAWANG, JabarNet.com – Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Asia Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian kunjungi mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 yang berlokasi di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jabar, Jumat (19/02/2021) pagi.

Pada kesempatan itu, terpantau sejumlah jajaran direksi PT Jawa Satu Power (JSP) termasuk Plt Direktur Utama PT JSP, Indra Trigha beserta mitra kontruksi nya yakni Direktur Finance JSP, Takeshi Minowa, Direktur Operasi PT Pertamina Power Indonesia, Dody Budiawan bersama Director of HC & Corporate Service, Achmad Syaihu Rais, langsung menemui rombongan dari Kemenko Perekonomian.

Plt Direktur Utama PT JSP, Indra Trigha, mengatakan, konstruksi PLTGU Jawa-1 tetap berjalan kendati di tengah wabah pandemi Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Saat ini, perkembangan konstruksi pembangkit sedang dalam tahap pre-commisioning,” terang Indra dalam siaran pers-nya di lokasi Mega proyek PLTGU Jawa-1.

Dihadapan rombongan Kemenko Perekonomian, Indra juga menyampaikan optimismenya ihwal penyelesaian konstruksi sesuai target.

“Proyek IPP Jawa-1 direncanakan akan mencapai tahap Commercial Operating Date (COD) pada Desember 2021. Sebab, hingga akhir Januari lalu, progres konstruksi pembangunan sudah mencapai 94.5 persen,” ujarnya.

Dalam pencapaian ini, sambungnya, JSP tengah menunggu kedatangan kapal Floating Storage and Regassification Unit (FSRU) Jawa Satu. Kapal yang dibuat di Korea Selatan ini telah berlayar sejak awal Januari lalu.

“Saat ini kapal tengah bersandar di Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Badak LNG dan menjalani proses cooling down atau pendinginan untuk semua fasilitas regasifikasi dan tangki LNG. Kami harapkan kapal FSRU tersebut tiba di perairan Patimban pada 23 Februari 2021,” ungkapnya.

Fasilitas pendukung PLTGU Jawa-1 lainnya adalah pembangunan Jaringan Transmisi atau Transmission Line (TL) yang membentang dari Kabupaten Karawang hingga Kabupaten Bekasi di lokasi Sub Stasiun (SS) atau Gardu Induk Cibatu.

“Pasca konstruksi selesai, JSP dan PLN tengah melakukan proses energizer atau mengaliri jaringan transmisi yang sudah ada dengan listrik,” katanya.

Informasi yang dihimpun, proyek IPP Jawa-1 ini dimiliki oleh konsorsium PT Pertamina Power Indonesia, Marubeni, dan Sojitz dengan komposisi kepemilikan masing-masing PPI 40 persen, Marubeni 40 persen, dan Sojitz 20 persen. Untuk menjalankan proyek terintegrasi ini dibentuk dua project company yaitu PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR).

“Komposisi kepemilikan saham JSP mengikuti komposisi konsorsium IPP Jawa-1. Adapun komposisi kepemilikan saham JSR adalah PPI 26 persen, Marubeni 20 persen, Sojitz 10 persen, PT Humpuss Intermoda Transportasi 25 persen, dan Mitsui O.S.K Lines (MOL) 19 persen,” jelas Indra.

Dalam penjelasan Indra dihadapan rombongan Kemenko Perekonomian dan mitra kontruksinya, JSP bertanggung jawab untuk melakukan desain, konstruksi, dan mengoperasikan PLTGU Jawa-1, transmission line, substation serta switchyard facilities.

“Sedangkan JSR bertanggung jawab atas desain dan konstruksi serta pengoperasian fasilitas FSRU,” terangnya.

Masih ditempat yang sama, Direktur Finance JSP, Takeshi Minowa menambahkan, JSP juga tengah menyiapkan tim operasi dan pemeliharaan atau Operation & Maintenance (O&M) dengan melakukan serangkaian pelatihan.

“Harapan kami, semoga pelatihan ini juga mampu menyiapkan SDM yang handal untuk mengoperasikan PLTGU nantinya,” harapnya.

Usai melakukan kunjungan monitoringnya itu, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Asia Kemenko Perekonomian, Bobby C. Siagian mengatakan, pembangunan PLTGU Jawa-1 merupakan salah satu Mega proyek strategis nasional yang terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan luar.

“Kami selalu memonitor progress proyek strategis nasional, termasuk PLTGU Jawa-1, terutama apabila ditemukan hal-hal yang mungkin menghambat kemajuan proyek,” ungkap Bobby.

Dalam kunjungannya bersama rombongan staf Kemenko Perekonomian, Bobby juga melakukan monitoring ke site atau titik utama pembangunan pabrik setrum berkapasitas 1.760 megawatt (MW) milik PLTGU Jawa-1.

“Pembangunan pabrik setrum yang memiliki kapasitas 1.760 MW ini merupakan menjadi bagian dari proyek nasional tentang ketenagalistrikan sebesar 35.000 MW,” jelasnya.

Selain itu, usai rombongannya melihat langsung salah satu Mega proyek nasional dan mendengar penjelasan dari Plt Direktur Utama PT JSP beserta penjelasan dari sejumlah mitra kontruksi pembangunan PLTGU Jawa-1 tersebut, Bobby mengapresiasi apa yang sudah dilakukan JSP dan mitra konstruksinya.

“Saya harap JSP tetap menjaga kemajuan konstruksi sesuai yang sudah direncanakan,” pungkasnya. (Gusti)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *