PR Besar Disdikpora! 920 Ruang Kelas Rusak di Karawang Akan Rampung Hingga Tahun 2024


KARAWANG, JabarNet.com – Sebanyak 920 ruang kelas rusak Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Karawang, diprediksi akan dapat rampung hingga tahun 2024.

Banyaknya ruang kelas rusak diakui Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang merupakan Pekerjaan Rumah (PR) besar yang akan menghabisakan dana tidak sedikit.

Untuk itu, sejumlah strategi dalam menyiasati pendanaan, menjadi fokus Disdik saat ini.

“Kita sudah monitoring kelapangan sekaligus pemetaaan untuk sekolah-sekolah menjelang ambruk, jadi ini menjadi PR kita, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah pusat, ” ujar Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Pendidikan Sekolah Dasar (PSD) Disdikpora Kabupaten Karawang, Cece Saripudin Kepada JabarNet.com, dikantornya, Kamis (14/10).

Lebih lanjut Cece menjelaskan seputar biaya yang dibutuhkan untuk mendanai sebanyak 920 ruang kelas rusak, memfokuskan kepada dua sumber anggaran, yaitu dari APBN dan APBD II.

“Kemarin kita sudah hitung-hitung berapa sih kebutuhan anggaran untuk rehab ?, Ketika dihitung sesuai alokasi anggaran 1 ruang kelas itu membutuhkan anggaran 100 juta per ruang kelas, jadi kalau dihitung dari jumlah sekolah yang rusak itu membutuhkan kisaran anggaran sekitar 92 Milliar,” jelas Cece.

Akan tetapi menurut Cece, terkait banyaknya sekolah rusak telah dilakukan pemetaan anggaran untuk target penyelesaian ruang kelas rusak akan rampung hingga tahun 2024, sesuai apa yang telah menjadi target RPJMD kepemimpinan Cellica- Aep.

“Kemarin kita hearing dengan BPKAD dan Bappeda bahwa untuk kedepannya sesuai RPJMD Bupati, kalau dihitung dari 920 ruang kelas untuk diperbaiki dibagi 4 tahun itu sampai 2024 sekitar 230 ruang kelas atau sekitar 23 Milliar anggaran yang dibutuhkan pertahun,” katanya.

Upaya menarik APBN, tambah Cece, Disdikpora telah mengajukan 72 ruang kelas untuk diperbaiki di Anggran Alokasi Khusus (DAK) di tahun 2022.

“Nah kebetulan untuk anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK) 2022 meskipun belum final, untuk finalisasinya kita mengusulkan 72 ruang kelas dan di APBD tahun 2022 kita mengusulkan ke Dinas PUPR ada 300 ruang kelas, terus di APBD 2 tahun 2022 kita mendapatkan penambahan anggaran untuk rehab sebanyak 36 ruang kelas, jadi kalau dihitung untuk kebutuhan sampai tahun 2024 mudah-mudah bisa tercapai,” Ujarnya.

Sementara itu Kadisdikpora Karawang Asep Junaedi menegaskan, jika sebanyak 920 ruang kelas rusak parah telah diusulkan ke tim anggaran Pemerintah daerah.

“Sekolah yang belum direhab itu semuanya 1250 ruang kelas, namun sampai saat ini tersisa 920 ruang kelas, saya berharap yang sisa 920 ruang kelas ini bisa selesai dalam waktu 2 tahun ditahun 2023, yah kalau tidak memungkinkan sampai tahun 2024, artinya sekolah-sekolah rusak yang memang ada datanya bahwa ruang kelas itu perlu direhab atau diperbaiki,” Pungkasnya. (Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here