DaerahJawa Barat

Ponpes Al-Hikamusyalafiyah Cipulus Pulangkan Sementara Ratusan Santri Asal Karawang

Karawang,JabarNet.com– Ratusan Santri asal Karawang dipulangkan sementara oleh pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikamusyalafiyah Cipulus Wanayasa Kabupaten Purwakarta. Kepulangan santriawan dan santriwati yang notabenenya dari Kecamatan Rengasdengklok dan sekitarnya disambut keluarga dengan rasa haru.

Pihak pengurus Ponpes tersebut memulangkan sementara para santrinya ke daerah asal masing masing, atas himbauan Gubernur Jawabarat Ridwan kamil terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dan menghindari perjalanan Pulang mudik menjelang Lebaran.

Menurut pantauan JabarNet.com kedatangan santri dan santriwati ke Rengasdengklok dan sekitarnya sebanyak tiga bus yang kurang lebih berjumlah 170 orang, di sambut haru pihak keluarga di markas Koramil 0404 Rengasdengklok

Rombongan para santri di kawal pengurus pondok pesantren tiba di markas koramil pukul 10.00 WIB. Sebelum pulang ke rumah masing- masing, para santri di turunkan dari bus satu persatu di lakukan penyemprotan disinpektan oleh anggota Koramil dan pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan dari Uptd DTP Puskesmas Rengasdengklok.

Dikatakan Pengurus Ponpes Al-Hikamusyalafiyah Cipulus Achmad Syafei, hal ini di lakukan dengan adanya himbauan dari pemerintah untuk melakukan lockdown, serta dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan lebaran.

“Sementara ini di liburkan maksudnya diliburkan dalam rangka antisifasi karena memang lockdown. tapi kebetulan disana aman karena jauh dari pusat kota, terus kenapa di liburkan karena kan agenda di ponpes itu setiap mau menjelang lebaran, di samping itu ada himbauan dari gubernur juga tidak boleh mudik pas mau lebaran jadi dikhawatirkan pada saat waktunya libur nanti anak anak tidak bisa pulang, tidak bisa kumpul dengan keluarga jadi antisifasi dari sekarang,” jelasnya.

Dikatakanya, selain untuk antisifasi, saat ini juga sudah banyak pasar tradisional yang sudah tutup

“Disamping itu juga, saat ini sudah banyak pasar tempat membeli kebutuhan para santri sudah banyak yang di tutup di khawatirkan takutnya kekurangan bahan pangan dan ini sudah menjadi keputusan hasil dari musyawarah para pengurus pondok”, pungkasnya. (End)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *