Kecewa Akibat Uang Tabungan Tak Dibagikan, Puluhan Orang Tua Siswa Geruduk Sekolah

Foto Ilustrasi

SUBANG, – Puluhan orang tua murid SDN Karang Mulya Desa Legon Kulon Kecamatan Legon Subang, mengaku Kesal, mereka kembali berduyun – duyun mendatangi sekolah untuk menagih janji kepala sekolah yang akan membagikan uang tabungan para siswa sebanya Rp.127 juta rupiah.

Menurut pengakuan, sebelumnya uang tabungan milik puluhan siswa dipergunakan untuk kepentingan pribadi Kepala Sekolah tersebut.

Salah seorang perwakilan dari puluhan orang tua murid siswa SDN Legon, Didin Mengungkapkan, kedatangan nya bersama para orang tua siswa, tiada lain untuk menagih janji kepala sekolah yang akan mengembalikan uang tabungan yang di pake oleh Kepala Sekolah.

“saya dan puluhan orang tua muridpun sangat kesal, karena setiap jaji selalu tidak ditepati,”katanya.

Menurut Didin mengatakan bahwa uang tabungan milik anak-anak  dari Kelas 1 sampai Kelas 5 tahun ajaran 2018-2019 sebesar Rp.127 Juta belum sama sekali dikembalikan.

Bahkan Kepala sekolah sudah membuat surat perjajinan sebanyak tiga kali akan mengembalikan uang tabungan  siswa  yang dipakainya, dalam surat perjanjian akan dikembalikan 10 juli.

“Perjanjian kedua akan mengembalikan 25 Juli 2019, dalam Surat perjanjian Ketiga akan mengembalikan di akhir bulan Agustus dan ditulis tangan oleh Hj.Titin Riatiningsih selaku Kepala Sekolah, di pernyataannya berjanji  jika tidak menepati janjinya siap untuk menerima sangsi Hukum bentuk apapun,”ungkapnya.

Ditambahkan Didin, seluruh orang tua murid sepakat akan melaporkan langsung kasus ini ke pihak Kepolisian, Jika tidak ditepati Janji yang ketiga kalinya dan Kepala Sekolah Legon Hj.Titin Riatiningsih, tidak menampik bahwa uang tabungan milik muridnya dipake untuk kepentingan pribadinya.

Namun pihaknya berjaji akan melunasinya sesuai waktu yang telah dijanjikan dan yakin tidak akan meleset, dan jika meleset sesuai dalam Surat Perjajin yang ditulis tangan secara langsung olehnya  Siap menerima sangsi Hukum bentuk apapun  dengan  uang dipake karena ada keperluan yang mendesak, akan tetapi itu merupakan bentuk utang kami kepada anak anak kami, kami mengaku salah dan siap untuk mengembalikan secepatnya ,”ujar Didin

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Drs.H.E Kusdinar ,M.Pd,M.S.i, menanggapi adanya kejadian  tersebut, sebenarnya hal seperti itu tidak perlu terjadi.

“Seharusnya jika sekolah ingin mengadakan kegiatan seperti itu sebaiknya bekerjasama dengan pihak Bank misalkan ada PD BPR Subang, yang membuka tabungan untuk Siswa Sekolah dari SD sampai SMA,”ungkapnya.

Dikatakan Kusnadi nantinya pihak PD BPR yang akan melayani secara langsung datang kesekolah, mencatat uang tabungan nya di sekolah tinggal diatur kapan waktu menabungnya dan berapa jumlah anak besarannya setiap minggu berapa.

Agar tidak menyita waktu tipa hari sehingga uang anak menjadi aman bisa diambil langsung oleh sianak di sekolah setiap ahir kenaikan kelas atau diahir tahun.Hal seperti itu untuk menghindari kejadian yang terjadi di SDN Legon.

“Saya merasa yakin uang tabungan milik siswa akan secepatnya dibayarkan, karena saya hapal betul harta mereka cukup lumayan banyak, makanya ada jaminannya,”pungkasnya(apng).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here