Wisata

‘Kebun Raya Kota Kendari Wisata Edukasi’ Menyimpan Puluhan Jenis Tumbuhan

“Fasilitas yang disediakan sudah begitu cukup mumpuni, dan layak untuk menjadi tujuan wisata, sekaligus menjadi media edukasi para pelajar dana mahasiswa,”

SULTRA, KENDARI – Kebun Raya Kota Kendari yang terletak di atas lahan seluas 96 Hektar yang berada tak jauh dari Pusat Kota itu kini sudah mulai diminati wisatawan lokal maupun luar daerah.

Walaupun secara resmi belum dilakukan peresmian, namun kini. Hutan yang menjadi lahan Konservai, Pendidikan dan Wisata itu sudah mulai ramai dikunjungi saat akhir pekan tiba.

Tak ayal, sebanyak 38 spesies dari berbagai jenis tumbuhan kayu dan beberapa jenis binatang seperti Burung Rangkong, Gelatik, Mandar dan Makaka kini mulai mendiami Kebun Raya Kota Kendari.

Ketua PHRI Sultra, Ir Hugua yang menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke Kebun Raya mengatakan, meski statusnya masih dalam proses pembenahan dan masih menjadi aset pemerintah pusat. Semestinya Pemerintah Kota Kendari sudah memikirkan langkah promosi apa yang tepat, untuk memperkenalkan wisata edukasi itu kepada publik nantinya.

“Fasilitas yang disediakan sudah begitu cukup mumpuni, dan layak untuk menjadi tujuan wisata, sekaligus menjadi media edukasi para pelajar dana mahasiswa,” papar Mantan Bupati Wakatobi dua periode itu, pada Minggu (10/9).

Selain itu, Hugua pula menambahkan, dengan hadirnya Kebun Raya ini menjadi daya tarik wisatawan asing saat berkunjung di kendari untuk tinggal lebih lama yang secara langsung dapat memberikan efek domino pada berbagai sektor.

“Diperlukan kreasi menarik dari pemerintah dan stakeholder, yang bisa berinovasi mencipatkan tempat-tempat indah dan unik untuk dikunjungi,” tambahnnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Kebun Raya Kendari, Laode Yama menerangkan, kebun raya ini berdiri di atas lahan konservai yang saat itu diajukan oleh Pemerintah Kota Kendari untuk izin penggunannya kepada KLHK RI seluas 118 hektare. 

Namun pihak kementerian hanya memberikan izin kawasan yang dapat dikelola seluas 95 hektare yang dibagi dua, yaitu 18 hektar hutan lindung dan 78 hektar hutan produksi. Dimana saat itu dimulai pembangunannya dimasa pemerintahan Walikota Kendari Ir Asrun.
Dirinya pun menyampaikan, kini kebun raya kendari belum secara umum diresmikan, dikarenakan kini masih dalam tahap proses pembangunan berbagai macam fasilitas guna mendukung pengembangan potensi pariwisata di kebun raya kendari. Sehingga untuk waktu berkunjung dibatasi hanya pada sabut dan minggu saja. 

“Karena ini belum secara resmi dibuka sehingga yang ingin berkunjung masih kami gratiskan, karena untuk launchingnya nanti tahun depan,” jelasnya.

Publisher : BritaKita.com

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *