DaerahPemerintahan

Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Gelar Seminar CRAIIP

Laporan : Ginanjar

SUMEDANG – Perubahan iklim (climate changes) merupakan salah satu fenomena perubahan unsur-unsur iklim terutama yang disebabkan oleh aktivitas manusia, akibatnya terjadi cuaca ekstrim (banjir dan kekeringan), pergeseran musim, dan naiknya muka air laut yang berdampak pada kegagalan panen.

Hal itu diungkapkan Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI), Kustiwa Adinata, saat seminar seminar nasional CRAIIP dengan tema “Jendela Teknologi sebagai Upaya Membangun Sinergisme antara Petani dan Peneliti dalam Kegiatan Adaptasi Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian”di Aula Student Center Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Selasa (23/10/2018).

“Upaya mengurangi dampak pada areal pertanian dapat dilakukan melalui strategi adaptasi yang tepat, antara lain peningkatan kapasitas petani dan teknologi tepat guna ramah iklim yang diinisiasi oleh CRAIIP—Climate Resilient Agriculture Investigation and Innovation Project,” kata Kustiwa.

Ia menambahkan, CRAIIP merupakan konsorsium antara IPPHTI – UNPAD, Pusbinlat Motivator GT-UNHAS, dan Humboldt-Universitaet zu Berlin, Jerman.

“Itu semua untuk mendampingi petani yang paling rentan di Pulau Jawa (Pangandaran dan Cilacap) dan Sulawesi (Toraja).
Kegiatan tersebut merupakan laboratorium lapangan petani sebagai bagian dari jendela teknologi untuk memperkenalkan teknologi-teknologi dalam rangka meminimalisir permasalahan yang terjadi akibat perubahan iklim,” ucapnya.

Sementara, perwakilan dari Universitas Padjadjaran, Dr. Ir. Neni Rostini, mengatakan, nantinya petani didorong dan dimotivasi untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai petani yang kreatif, inovatif dan mandiri.

“Kegiatan CRAIIP sudah berlangsung sejak Juli 2017 bersama-sama dengan petani peneliti sebagai pelaku utama dalam menetukan prioritas topik penelitian, merencanakan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan,” kata Neni.

Kegiatan CRAIIP National Conference meliputi pameran, lanjut dia, presentasi proses dan hasil kegiatan serta presentasi dari Kepala Balai Penelitian Tanaman Padi.

“Program-program dan kebijakan pertanian di Indonesia diharapkan melakukan penyebarluasan model yang telah dikembangkan oleh program CRAIIP sesuai dengan Undang-undang no 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani,” pungkasnya.

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *