Hasil Uji Lab, Tidak Ditemukan Kandungan Daging Tikus di Bakso Karawang

122

KARAWANG, JabarNet.com- Sempat viral sebuah video terkait adanya bakso diduga dari tikus di Karawang, namun hasil pengujian lab tidak ditemukan kandungan kandungan daging tikus.

Hal tersebut setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan oleh Polres Karawang dan dilakukan pengujian lab bersama Dinas Pertanian.

“Kami polres Karawang melakukan langkah-langkah cepat dengan mencari tahu wanita yang mengupload video bakso tikus di Kabupaten Karawang. Kami juga melakukan penyelidikan di lokasi yang di duga menjual bakso daging tikus. Sampel ini kami kirim ke lab untuk di uji,” Kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subarto saat menggelar Konfrensi Pers, Jumat (13/5).

Menurut hasil uji laboraturium dari Kementrian Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk asal hewan tidak ditemukan bakso dari kandungan ekor tikus. Pemeriksaan laboraturium dilakukan selama dua hari.

Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak menjadi resah kembali saat mengkonsumsi bakso di Kabupaten Karawang.

“Agar masyarakat merasa tenang dan menentramkan hati publik terkait kehebohan bakso daging tikus, Kami bersama Kementrian Pertanian bersama Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Prodak asal hewan menguji identifikasi spesies tikus. Setelah diuji selama dua hari ternyata negatif. Itu bukan ekor tikus tapi urat daging sapi yang tidak halus,” ungkap Siti Komalaningsih, Sub Koordinator Subsuransi Kesehatan Hewan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Mie dan Bakso Indonesia Bambang Hariyanto mengungkapkan, bahwa adanya isu bakso daging tikus menyebabkan penurunan hasil penjualan pedagang bakso. Penurunan penjualan sebanyak tiga puluh hingga empat puluh persen, Pihak paguyuban tidak akan melakukan pengambilan langkah hukum terkait pencemaran nama baik.

“Pengaruh pasti dan menurunkan omset pedagang bakso di Karawang sebanyak tiga puluh sampai empat puluh persen. Kita tidak akan menindaklanjuti proses hukumnya. Kita lebih fokus memulihkan ekonomi di Kabupaten Karawang,” paparnya.

Ditempat yang sama, Yayuk Sri Rahayu Kepala bidang P2P Dinas Kesehatan memaparkan, bahwa pedagang bakso Mas Adji telah tergabung dalam anggota paguyuban mie bakso. Pemilik usaha pun telah memiliki sertifikat layak ijin. Selain itu pihak dinas kesehatan melakukan pembinaan secara rutin.

“Kami dari dinas kesehatan perlu kami laporkan bahwa bakso memiliki kandungan gizi cukup baik. Bakso mas adji tergabung dalam keanggotaan paguyuban mie bakso. Dimana bakso tersebut memiliki sertifikat layak ijin, Kami dinas kesehatan rutin melakukan pengawasan dan pembinaan,” pungkasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here