BLK Saja Ga di Bangun Apalagi Pasar Rengasdengklok, Askun Tantang Sekda dan Bupati

Asep Agustian SH. MH yang akrab di sapa Bang Askun.

KARAWANG, – Belum lama ini Pemkab Karawang menggaungkan pembangunan pasar Rengasdengklok akan di bangun di tahun 2019 ini.

Hal tersebut, dikatakan Bupati Karawang yang pada waktu itu langsung terjun kelokasi bersama para Pimpinan Muspida usai melaksanakan Upacara HUT RI ke-74 di Tugu kebulatan tekad Rengasdengklok Karawang.

“Kita akan memulai pembangunan Pasar Rengasdengklok baru mulai sekarang ini,” kata Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana saat meninjau lokasi pembangunan pasar, Sabtu( 17/8) lalu.

Namun, lagi – lagi sorotan dan kritikan di layangkan oleh salah satu pemerhati pemerintah serta sebagai praktisi hukum tulen asal Karawang Asep Agustian SH, MH. mengatakan dirinya merasa tidak yakin jika pembangunan pasar Rengasdengklok itu akan dibangun, bahkan salah satu program awalnya yang sudah masuk RPJMD seperti Balai Latihan Kerja BLK, yang konon bisa meringankan angka pengangguran di Karawang, masih belum juga di bangun, apalagi ini pasar.

“salah satu contoh pembuatan BLK saja, janjinya untuk membuat berapa titik dapil, yang dulu pernah di rencanakan 3 dapil, sementara kita punya 6 dapil, jangkan bicara 6 dapil dan 3 dapil, 1 dapil saja, itu BLK tidak ada yang dibangun, sekarang lagi – lagi pasar, akan di bangun, lalu sekarang di ceritakan kita defisit, judulnya ini mau dongeng atau mimpi di siang bolong,”ungkap Asep Agustian, atau Askun sapaan akrabnya mengatakan kepada kutipan.co.id diruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan Askun, silahkan kalau toh mau membangun, silahkan kalau toh punya rencana, dirinya berharap matangkan dulu rencana tersebut, jangan seperti BLK, yang jelas sudah di janjikan, akan, akan, dan akan namun hingga kini tidak ada.

“Matang tidak rencananya, yang sudah matang seperti BLK saja satu titik pun tidak ada yang jadi, pasar dengklok dari dulu sampai hari ini, akan, akan dan akan, namanya juga akan.

Sekarang pasar Rengasdengklok, dulu pasar Karawang, mana pembangunan itu, pasar Karawang tidak ada, pasar Rengasdengklok tidak ada, apa sih yang sudah dibangun nya,”kata Askun.

Lebih lanjut, Askun mengatakan,
Bupati sudah cape, malah, sekda yang baru pasti lebih cape, dirinya berharap kepada Sekda Acep Jamhuri bisa tegas kepada para OPD nya, jangan main – main.

“Saya berharap Sekda Acep Jamhuri ini bisa tegas kepada para OPD nya, kewajiban secara administrasi, dia (Sekda) ini jabatan PNS yang paling tertinggi, jadi sekarang ini Sekda ini harus bener bener bekerja, kalau dia tidak mampu memanggil para OPDnya, pastinya dia akan di kadali atau di cuekin terus sama OPD nya, kalau menurut saya tegas saja sudah, dia berhak untuk memindahkan OPD yang bandel itu,”timpal Askun.

Kalau sampai Sekda ini tidak bisa bekerja, Askun menegaskan, satu dia adalah asli orang Karawang, dia akan malu, menjabat jadi sekda itu, dapatin Jabatan sekda ini dapat susah payah.

“Kalau saran saya sudah pake bahasa Karawang saja jika para OPD itu masih bandel pake gaya “heuras genggerong” jalanin itu, nah kewajiban jadi sekda itu, sekarang untuk membereskan semua.

Saya yakin kalau Sekda nya ini tegas, dan tidak main main ya Karawang akan berubah, bukan karena Bupati nya, yang nanti dilihat itu ya sekdanya bisa bekerja atau tidak, karena untuk yang ngurusin administratif semua kepegawaian itu adalah kewenangan nya sekda,”beber Askun.

Askun mengatakan, menurutnya, Sekda dan Bupati punya rasa malu tidak lihat kota Karawang, kita lewat jalan Tuparev, punya pasar tradisional Karawang yang jelas posisinya ditengah tengah kota masih acak – acakan, kenapa harus di kecamatan Rengasdengklok, kenapa pembangunan tidak dilakukan di kota.

“Pasar Karawang saat ini kaya begituan malu tidak dia, kalau niat membangun beresin dulu pasar Karawang, yang masih acak acakan seperti itu, nanti akan di bangun, nanti akan di bangun, mana sampai saiki, seharusnya percontohan nya itu di kota dulu, kalau dengklok itu kan kecamatan,”katanya.

Masih dikatakan Askun, dirinya yakin tapi bukan berati mengelu-elukan, jika Sekda ini mau bekerja Karawang bisa berubah.

“Saya tahu, Acep itu dari nol, pernah dari tatanan orang bawah dulu, dan telah menjabat di mana mana, jadi semuanya dia tahu. Nah, baik buruknya para OPDnya tergantung Sekda, bikin fakta integritasnya sok bentuk, lalu sidak dan targetkan ke setiap kepala OPDnya untuk melakukan target pekerjaan yang akan di capai, kalau misalkan tidak mampu OPD itu suruh mundur saja, selesai,”ucapnya.

Askun juga mengatakan, dirinya yakin Acep punya ketegasan dan punya suara yang focal, Selain itu Acep ini tidak orientit many, Namun sangat di sayangkan, OPD belum bisa bekerja dengan baik.

“Acep Jamhuri itu punya ketegasan, dia punya taring, dia punya suara yang focal, tapi saya yakin kalau Acep Jamhuri tidak orientit many, namun gagalnya lagi ya pada anak buahnya sendiri.

saya yakin seorang sekda ini bisa selesaikan Karawang dengan ketegasannya, asal jangan sampai ia ngikutin pantat Bupati saja.

Saya mengkritik ini untuk kemajuan Karawang, saya selaku masyarakat Karawang jika ada tamu dari luar datang ke Karawang kalau jalan masih gelombang gelembung apakah kita tidak merasa malu dan risih, yang konon Karawang tercatat dihuni perusahaan yang begitu banyak,”pungasnya(Joe).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here