DaerahJawa Barat

Mahasiswa Fisip Unsika Penelitian Stunting di Desa Cintalaksana

Mahasiswa Fisip Unsika Penelitian Stunting

KARAWANG, JabarNet.com – Muhammad Fathir Firdaus, Yayang siti patimah , Nazla, dan Muhammad Abdul jabbar, Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Angkatan 2022 Unsika, melaksanakan penlitian mengenai stunting di desa cintalaksana, loji.

Membawa tema Analisis dan Peng-Implementasian program pemerintah dalam mengatasi stunting pada Anak di desa cintalaksana. Penilitian tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 April 2023 di Kantor Desa Cintalaksana, Loji  Kabupaten Karawang

“Terkait penanganan stunting di desa cintalaksana diawal tahun ada ± 6 balita yang memang terkena stunting, bukan gizi buruk, lebih tepatnya kurang gizi, kemarin selama 3 bulan sudah kita cek dan beri asupan nutrisi yang memang bagus, Alhamdulillah sekarang perkembangannya sudah bagus” ucap fahad selaku sekretaris desa cintalaksana.

Kemudian fahad menjelaskan terkait program dari pemerintahan yaitu ada posyandu dan PMT (pemberian makanan tambahan)

“kalo untuk stunting, kan ada posyandu ya, yang 1 bulan 1x itu sering dilaksanakan kegiatan posyandu di wilayah/dusun masing-masing. Fungsinya posyandu untuk mendata, mengecek, melihat. Kegiatan yang memang rutin kita jalankan itu PMT (Pemberian Makanan Tambahan), jadi cara penanganan seperti itu. “ ungkap fahad setelah ditanya mengenai program.

“Dengan adanya posyandu kita selaku pemerintahan sih lebih ke mengedepankan posyandu nya, karena mereka lebih tau diwilayahnya ada yang terkena stunting atau tidak, jumlah ibu hamilnya berapa, jumlah balitanya berapa, itu memang di posyandu masing-masing teratai disini.” tambahnya.

menurut pahad stunting ini sering terjadi pada masyarakat yang kurang dari segi ekonomi.

“biasanya memang stunting ini terjadi di kalangan yang ekonominya menengah kebawah.”

fahad menginginkan masyarakat rajin datang ke posyandu bukan karena sehat atau sakit tpi meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan

“Ya kita, sering kasih woro-woro ke warga, kita adakan gebyar-gebyar. Karena memang sering juga seperti yang tadi disampaikan, warga itu kadang bukan tidak tau tapi tidak mau datang ke posyandu karena merasa dirinya sehat, balitanya sehat, merasa benarlah, padahal tidak seperti itu, Nah kemarin adaa warga yang pas hamil tidak datang ke posyandu, tidak diperiksa, dan saat lahiran pun tidak ada pendampingan dari pihak posyandu, yang memang ketika lahir balitanya seperti itu, kerdil lah” tandas nya

“Itu yang sering kita jadikan contoh sekarang ini. Makanya datang ke posyandu tuh bukan karena sehat atau sakit, tapi untuk mengetahui dan meminimalisir hal-hal buruk terjadi.” tutup fahad (Aby)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *