35 Tahun Mak Aroh Bersama Keluarga Tinggal di Rumah Yang Nyaris Roboh

Rumah Mak Aroh Tampak di Depan terlihat sudah rapuh di makan usia. Foto(Andriawan).

GARUT, – Upaya pemerintah untuk menentukan kemiskinan belum dirasakan secara merata oleh semua warga kurang mampu.

Mak Aroh seorang janda tua warga kampung Tegal Jambu Kelurahan Pananjung Kecamatan Tarogong Kidul Garut tinggal dirumah tidak layak huni yang nyaris roboh selama 35 tahun lamanya.

Rumah Mak Aroh Tampak di depan sebelum pintu masuk. Foto (Andriawan).

Sebuah gubuk berukuran 5 kali 3 meter ini, dihuni Mak Eroh bersama 4 orang anak dan cucunya, seorang janda tua yang usianya mencapai 78 tahun ini setiap hari Mak Eroh terpaksa harus tinggal dirumah yang nyaris roboh.

Tampak Mak Aroh bersama anak dan cucunya, saat anaknya menjajakan dagang kerupuk kulit milik orang lain didalam rumah. Foto (Andriawan).

Keterbatasan ekonomi, membuat Mak Aroh terpaksa harus bermukim di rumah tidak layak huni selama hampir 35 tahun, lantai rumah yang terbuat dari bambu dan kayu kondisinya sudah lapuk dimakan usia, bahkan sesekali jika ada tamu yang kerap terperosok karena tidak mampu menahan beban.

Anak Mak Aroh akan memeprlihatkan ruangan yang sudah rusak. Foto (Andriawan).

Selain itu, kondisi atap dan dinding kamar yang bolong akibat tertiup angin kencang, mengakibatkan salah satu kamar berukuran 2 kali 1,5 meter tidak bisa di tempatinya.

Anak Mak Aroh didalam ruangan yang berukuran 2 kali 1,5 meter yang sudah tidak ditempati akibat atap dan dinding nya sudah bolong akibat tertiup angin. Foto (Andriawan).

Mak Aroh tinggal dirumah ini bersama anak dan cucunya, berjumlah 4 orang.

Anak Mak Aroh melihat atap dan dinding yang bolong akibat diterpa angin kencang. Foto (Andriawa).

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, setiap hari anak Mak Aroh bernama Nunung keliling kampung berjualan kerupuk kulit milik orang lain.

Terlihat saat Anak Mak Aroh didalam salah satu ruangan yang sudah rusak dan tidak bisa di pakai akibat atap dan dinding nya sudah bolong. Foto (Andriawan).

Kepada Kutipan.co.id Lurah Pananjung Dani Hanapia mengatakan, bantuan pemerintah tidak bisa digulirkan karena rumah kedua janda ini berdiri dilahan milik orang lain.

Atap rumah Mak Aroh yang bolong akibat tertiup angin kencang dan lapuk dimakan usia. Foto (Andriwan).

“Saat ini pemerintah Desa setempat telah beberapa kali mengajukan perbaikan Rutilahu untuk Mak Aroh. Namun, bantuan pemerintah tidak bisa digulirkan karena rumah milik Mak Aroh berdiri dilahan milik orang lain,”ungkapnya.

Atap genteng Rumah Mak Aroh yang sudah miring dan terlihat genteng-gentengnya pun sudah mulai berjautahan. Foto (Andriawan).

Mak Aroh bersama anak dan cucunya berharap uluran tangan donatur, untuk merubah nasib mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Laporan : Andriawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here