Jawa BaratPeristiwa

Terjadi Kericuhan Saat Pencoblosan di TPS, Ini Penjelasannya

Foto Saat Aparat Gabungan Mengamankan Situasi di TPS Dalam Acara Simulasi 


SUBANG, – Kericuhan terjadi saat pelaksanaan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), kericuhan disebabkan Panitia Pelaksana Pemilu (PPS), menolak warga yang tidak memiliki surat panggilan maupun identitas lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), tetapi memaksa untuk menggunakan hak pilihnya.

Namun kejadian tersebut merupakan bagian dari kegiatan simulasi pengamanan pemilu tahun 2019, yang dilaksanakan oleh Polsek Pabuaran yang bertempat dilapangan kantor Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang, Senin (8/4/19).

Dalam pelaksanaan kegiatan simulasi pengamanan pemilu tahun 2019 tersebut, disaksikan langsung oleh Muspika Kecamatan Pabuaran, selain melibatkan anggota TNI dan POLRI, kegiatan itu juga melibatkan pihak Bawaslu, PPK, PPS, Satpol-PP, Linmas Se-Kecamatan Pabuaran.

Usai acara ketika diwawancara Kapolsek Pabuaran AKP Jono Sujono mengatakan,”Kegiatan simulasi ini dilakukan untuk gambaran pelaksanaan tugas kepada anggota yang di tempatkan di tiap-tiap TPS dalam rangka Pileg dan Pilpres, agar supaya tidak ada salah tindak dilapangan.”Jelasnya.

Lanjut Jono,”Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan seperti kejadian yang ada di simulasi tadi, kesiapannya personil sudah di tempatkan di tiap-tiap Desa 3 sampai 4 personil untuk mengamankan TPS, supaya sesuai dengan pola pengamanan 1-5-10 yaitu 1 polisi, 5 petugas PPS, 10 anggota Linmas.

Jadi untuk Polsek Pabuaran saat ini sudah siap untuk melakukan pengamanan Pileg dan Pilpres yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang,”Pungkasnya.(rhm/apg)

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *