DaerahJawa Barat

Santer Isu Sekda Bakal Diganti, Acep Jamhuri : Asal Sesuai Aturan, Silahkan Kalau Mau Ganti Saya

Isu Sekda Acep.Jamhuri Bakal Diganti

KARAWANG, JabarNet.com- Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Karawang Acep Jamhuri memilih tetap fokus bekerja pada jabatan yang sedang diembannya.

Terlebih pada persoalan Pilkada 2024 maupun
menanggapi isu beredar terkait jabatannya Sebagai Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Karawang bakal digantikan oleh orang lain Desember 2023 mendatang.

Isu penggantian jabatan Sekda itu akan dilakukan Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh setelah yang bersangkutan diangkat menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Karawang menggantikan Cellica Nurrachadiana yang akan maju di Legislatif.

Penggusuran Acep Jamhuri terkait rivalitasnya dengan Aep Syaepuloh menuju kursi Karawang 1.

Kabar burung itu saat ini sudah santer terdengar di kalangan masyarakat Karawang. Namun, belum diketahui secara pasti siapa yang kali pertama menyebarkannya.

Yang pasti kabar tersebut telah sampai ke telinga Acep Jamhuri yang kini masih menduduki jabatan Sekda Karawang dan baru akan berakhir Juli 2024.

Namun Acep menanggapi kabar itu dengan tenang dan santai.

“Asal sesuai aturan, silakan kalau mau mengganti saya,” ujar Acep di kantornya, Senin (16/10/2023).

Dalam kesempatan itu Acep mengaku ada pihak yang sengaja mengadu domba dirinya dengan Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Dalam berbagai kebijakan selalu muncul rumor jika dirinya dengan Aep Syaepuloh selalu berbeda pendapat, sehingga setiap keputusan yang diambil pemerintah berjalan alot dan membutuhkan waktu lama.

Padahal, lanjut Acep, hubungan antara dirinya dengan Aep Syaepuloh sampai saat ini berjalan baik dan harmonis.

“Saya tidak ada masalah dengan pak wakil bupati. Semua berjalan lancar antara pimpinan dan anak buah,” katanya.

Menurut Acep, rumor retaknya hubungan dirinya dengan Aep Syaepuloh memang sengaja dipelihara oleh pihak tertentu yang merasa tidak nyaman jika Aep Syaepuloh harmonis dengannya.

Dalam setiap kesempatan isu keretakan Wabub dengan Sekda selalu dimunculkan.

“Padahal tidak semua masalah yang dipersoalkan masyarakat melibatkan saya, tapi tetap saja nama saya muncul,” katanya.

Acep mengaku karena sudah sering terjadi seperti itu makanya dirinya bersikap diam dan tidak menanggapi isu tersebut. Malah dia mengaku selama ini koordinasi dengan Wabup masih berjalan baik dan tidak ada kendala.

“Saya biarin aja mereka yang menginginkan kami bertengkar. Tapi saya bingung, kok sempat-sempatnya oknum tersebut mengadu domba kami,” katanya.

Ketika ditanya kaitan dampak dari Pilkada tahun 2024 nanti, Acep yang dikabarkan bakal mencalonkan bupati melawan Aep Syaepuloh, mengaku masih terlalu dini bicara tentang Pilkada. Karena sampai saat inipun dirinya belum memutuskan apakah akan maju atau tidak.

“Masih lama itu, sekarang kerja saja dulu selesaikan tugas sampai selesai,” katanya.

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *