Kedatangan Jenazah Sri Rahayu  Di Sambut Isak Tangis Keluarga Dan Kerabat

Jenazah Sri rahayu saat tiba dikediaman nya

Karawang,JabarNet.com-Kedatangan Jenazah Tenaga Kerja Wanita (Tkw) asal Dusun Krajan B Rt.005/002 Desa Jayakerta Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang yang meninggal di negeri Jiran di sambut isak tangis keluarga dan kerabat dekat korban.

Jenazah  Almarhum Sri Rahayu tiba di rumah duka sekitar pukul.14.00 setelah sebelumnya di terbangkan dari kuala lumpur pukul.07.20 dan tiba pukul.8.20 dan di lakukan penjemputan di Bandara Soekarno Hatta oleh pihak Pt.Aljubara sebagai perusahaan yang memberangkatkan korban,Kepala Desa Jayakerta serta pihak Sponsor

Seperti di ketahui setelah viral di media sosial tanggal 04 Nopember 2019 tentang di temukanya seorang WNI meninggal di sebuah taman depan flat tanpa identitas dan keterangan yang jelas,akhirnya atas dasar satu satunya petunjuk dari acount facabook(ayu ch chaby)milik korban maka terungkap Korban merupakan warga Desa Jayakerta Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang

Setelah mendapatkan informasi yang jelas maka Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang H.A.Suroto.SE langsung memerintahkan jajaranya untuk menelusuri alamat keluarga almarhum sekaligus koordinasi dengan BNP2TKI guna mencari tahu perusahaan yang memberangkatkan almarhum

Almarhumah menjadi TKW ke negeri jiran malaysia di berangkatkan secara resmi melalui Pt.Aljubara Man Power Indonesia pada tanggal 03 september 2018,setelah dilakukan koordinasi Disnakertrans dengan pihak Pt.Aljubara serta BNP2TKI langsung di tangani oleh Kasubdit pemulangan PMI Firman Yuluanto.SH yang memberikan informasi terkait jadwal kepulangan jenasah almarhumah Sri Rahayu Bt Enang

Menurut penjelasan salah satu staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang Bagian pemulangan Tenaga kerja,Ahmad Shogiri yang datang ke rumah orang tua almarhumah Sri Rahayu,mewakili Kepala Dinas H.A.Suroto.SE menjelaskan,

“Almarhumah Sri Rahayu resmi di berangkatkan oleh sebuah TKLN BNP2TKI melalui Pt.Ajubara Man Power Indonsesia dan itu masih memiliki hak asuransi,karena di berangkatkan secara resmi dan meninggal masih dalam kontrak kerja jadi insya allah akan di prjuangkan untuk mendapatkan asuransi”,jelas ahmad Shogiri

Sementara menurut keterangan salah seorang staf Pt.Aljubara Man Power Indonesia H.Ahmad Nawawi yang juga turut mengurus pemulangan jenasah hingga di rumah orang tua almarhumah awal mengetahui korban meninggal dari konsulat dan polisi malaysia

“Sri Rahayu berada di malaysia satu tahun kurang lebih,dan awalnya mengetahui Sri Rahayu meninggal itu dari Konsulat, polisi malaysia juga,info yang paling utama dari medsos tapi data otentiknya dari konsulat dan polisi malaysia juga”,jelasnya

Masih menurut H.Ahmad Nawawi Sri Rahayu berangkat menjadi PMI ke Malaysia secara resmi melalui Pt.Aljubara Man Piwer Indonesia

“Sri rahayu berangkat secara resmi melalui Pt.Aljubara Man Power Indonesia pada tanggal.03 September 2018 jadi kurang lebih 1 tahun 3 bulan.namun baru bekerja di rumah majikan selama 3 bulan Sri Rahayu keluar dari rumah majikan dan itu sudah di laporkan majikanya ke pihak polisi Malaysia,

Saat di konfirmasi terkait mengenai pekerjaan Sri Rahayu setelah tidak bekerja di rumah majikan dan kronologis meninggalnya akmarhumah H.Ahmad Nawawi mengatakan,

“Menurut keterangan hasil dari rumah sakit meninggalnya Sri Rahayu di duga karena sakit, namun sakitnya apa saya  belum tahu yah,dan selama keluar dari rumah majikan Sri Rahayu bekerja apa wallahu alam,saya tidak tahu kerjanya apa,karena kalo sudah keluar dari majikan itu di luar pengawasan kami karena keluar dari majikan dan itu ada laporanya kabur dari majikan,tapi dengan kejadian ini tetep bagaimanapun kita urus memfasilitasi,menjemput ke Bandara sampe ke rumah,manusiawi lah”,pungkasnya(END)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here