Dari Dikabulkannya Harga, Relaksasi Pembiayaan, Hingga Auning PKL, Sekda : Pemkab  Sudah Menyesuaikan Keinginan Masyarakat

96
Sekda Acep Jamhuri Saat Berdialog Langsung dengan Para Pedagang Rencana Awal Relokasi

KARAWANG, JabarNet.com – Kali kedua Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang gagal dalam melakukan relokasi pasar Rengasdengklok.

Pertama, pada tanggal 16 November 2022, Pemda Karawang dipaksa mundur oleh pedagang pasar.

Kedua, pada tanggal 7 Desember 2022, Pemda Karawang, kembali dipukul mundur, dengan dilempari batu dan diberikan “hujan” petasan oleh sekelompok massa di pasar Rengasdengklok, yang diduga oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat.

Kondisi tersebut mengakibatkan petugas gabungan relokasi mengalami luka-luka hingga salah seorang petugas gabungan harus dilarikan ke RSU Proklamasi.

“Saya sangat menyayangkan para pedagang mengerahkan LSM, untuk menghadang Bupati, Dandim, Kejari, Wakapolres. Kita kesana itu bukan untuk berperang, namun ingin kembali menyepakati hasil kesepakatan di pasar baru waktu itu,” jelas Sekda Karawang, Acep Jamhuri, Kamis (8/12/22).

Diketahui, para pedagang, menolak relokasi dikarenakan, harga lapak di Pasar Proklamasi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Padahal, Pemda Karawang, sebelumnya telah mengabulkan permintaan harga lapak untuk disesuaikan dengan keinginan masyarakat.

“Para pedagang meminta agar harga lapak sesuai dengan pasar Cilamaya. Pemda kemudian menyepakti itu, saat di pasar baru dengan pedagang kaki lima,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan Pemda Karawang, untuk meringankan pedagang pasar.

Bukan hanya itu, Pemda Karawang bersama PT VIM juga telah mempermudah masyarakat untuk memperoleh lapak di pasar baru Proklamasi, dengan membebaskan cicilan 2-3 bulan.

“Bahkan cicilannya dibebaskan selama 2-3 bulan pertama,” ucapnya.

Sebenernya Pemda Karawang, lanjut Acep Jamhuri, sudah banyak memberikan kemudahan bagi para pedagang pasar Rengasdengklok.

Bukan soal harga dan cicilan saja, tetapi juga soal legalitas, hingga bantuan permodalan bagi pedagang pasar melalui koperasi.

“Bupati itu sudah banyak memberikan kemudahan bagi para pedagang, mulai dari Pasar Proklamasi ini kan awningnya sudah dikelola oleh koperasi. Kemudian, koperasi kasih modal,” sebutnya.

Tentunya, dengan skema tersebut, Pemda Karawang telah berupaya, agar pasar Rengasdengklok bisa lebih baik lagi.

“Saya kira dengan hal ini Pasar Rengasdengklok bisa lebih maju,” timpalnya.

Asalkan, para pedagang tidak mudah terpengaruh oleh sejumlah kelompok yang diduga memiliki kepentingan. (Muhtar/Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here