Karawang

Inilah Cerita Sedih Nenek Muhammad Rifky, Korban Bocah Tertusuk Anak Panah

Foto : Nenek Muhammad Rifky Ramadhan Aulia (9) bocah yang terkena panah nyasar Imi Kusmiati(58) saat berbincang dengan salah satu tim kutipan.co.id dikediamannya Jl.R.A.Tohir.Mangkudidjoyo, Nagasari, Kec. Karawang Barat Kabupaten Karawang.

KARAWANG, – Muhammad Rifky Ramadhan Aulia (9) bocah yang terkena panah nyasar kini harus terbaring di RSCM Jakarta.

Cerita sedih pun datang dari nenek korban Imi Kusmiati(58) mengutarakan kesedihanya ketika cucunya yang tidak disangka terkena anak panah nyasar, sekitar hari Minggu (1/9/19) dikisaran pukul 14.30 Wib lalu.

Sambil menangis nenek Imi menceritakan kronologi awal musibah yang mengenai cucunya kepada kutipan.co.id kemarin.

“di awal kejadian pada waktu itu ada yang memberitahukan bahwa cucu saya (Muhamad Rifky Ramadhan Aulia) terkena anak panah pada perutnya, saya mengira kena panahan mainan plastik.

Namun, pada saat itu juga pamannya memastikan melihat ketempat kejadian, ternyata cucu saya terkena anak panah beneran, dan muhamad rifky sudah dilarikan kerumah sakit terdekat dr Joko, sontak orang tua kandung korban yang pada waktu itu sedang ada dirumah langsung berlari menuju rumah sakit tersebut,”ungkapnya.

Diceritakan (Imi) nenek korban, tangisan cucunya pun terlihat, setiba kedua orang tuanya melihat nya dirumah sakit, dan tak tahan ibu kandung korban menangis melihat kondisi perut anaknya tertembus anak panah tembus hingga bagian belakang.

“ Tak seperti biasanya cucu saya itu, setegar ini, biasanya kalau sakit atau luka sedikit saja suka menangis, namun kali ini terlihat tegar, saat rifky mengucapkan “ Ayah Maafin Abang Yah, pada orang tuanya.

Namun kesedihan kedua orang tua Muhamad Rifky begitu pecah sedih tatkala cucu saya saat dibopong dalam keadaan panah tertancap pada perutnya, saat itu cucu saya mengucapkan, “Bentar Ayah Angkat Abangnya Pelan – Pelan, Abang Sakit, sambil merintih menahan rasa sakit, saat akan dipindahkan perawatanya kerumahsakit lain,”tuturnya.

Masih menurut Nenek Imi hal yang menyedihkan ketika cucunya ternyata harus dipindah pemeriksaannya kerumahsakit lain dikarenakan, rumah sakit dr Joko tidak sanggup dengan kendala peralatannya.

Namun, ternyata kesedihan itu tidak sampai di situ, satu per satu rumah sakit dihampiri, dengan kondisi cucunya menahan rasa sakit akibat besutan panah yang menancap di tubuhnya, ternyata semua rumah sakit yang ada di Karawang sendiri tidak ada yang menyanggupinya, dengan alasan keterbatasan alat yang tidak memungkinkan.

“Sekitar lebih dari 12 jam cucu saya menahan rasa sakit karena besutan panah yang menancap di tubuhnya, hampir 4 rumah sakit keluar masuk karena setiap rumah sakit di Karawang terkendala masalah alat kedokteran yang tidak kumplit.

Namun, kabar sedikit legah, mendengar informasi dari kakeknya bersama para orangtuanya, yang mengawal proses penyelamatan cucu saya, setelah mendapat kabar cucu saya bisa di rawat di RSCM jakarta, dan alhamdulillah katanya dirumah sakit tersebut langsung ditangani,”tutur Nenek Imih dengan nada haru menahan kesedihan.

Ketika di konfirmasi kutipan.co.id melalui sambungan handphonenya menurut Supardi Nugraha kakek dari Muhamad Rifky siang tadi selasa (3/9) kondisi saat ini korban masih terjaga oleh team dokter yang sedang menanganinya.

“Saat ini cucu saya masih di jaga tim dokter yang menangani, di sini untuk jadwal kita melihat kondisi pun sedikit ketat, karena cucu saya di sini benar – benar mendapatkan perawatan yang baik,”pungkasnya(red).

Shares:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *